Jumat, 15 Mei 2026

Lippo Karawaci (LPKR) Optimasisasi Aset Demi Penghematan Listrik

Penulis : Indah Handayani
15 Mar 2024 | 08:20 WIB
BAGIKAN
Group CEO Lippo Karawaci (LPKR) John Riady
Group CEO Lippo Karawaci (LPKR) John Riady

JAKARTA, investor.id - PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) melakukan berbagai upaya optimalisasi kinerja aset untuk penghematan energi listrik dalam rangka mengurangi emisi.

Group CEO Lippo Karawaci (LPKR) John Riady mengungkapkan, sebagai pengembang dan pengelola real estat, Grup LPKR memiliki tanggung jawab untuk mengurangi dan menghemat energi sebaik mungkin dalam operasional dan pengelolaan properti. “Hal ini merupakan salah satu upaya perseroan mendukung transisi global menuju lingkungan rendah karbon,” ungkap John dalam keterangan pers, Jumat (15/3/2024).

Di samping itu, lanjut John, LPKR juga berkomitmen meningkatkan efisiensi energi atas aset dan operasi, karena hal tersebut membantu perseroan memperoleh penghematan energi yang dapat menurunkan biaya operasional. Selain emisi yang dihasilkan langsung oleh kegiatan usaha, LPKR juga menyadari pentingnya mengurangi jejak karbon secara menyeluruh di seluruh siklus pengembangan usahanya.  

ADVERTISEMENT

Menurut John, LPKR mendorong unit bisnis dalam mengoptimalkan kinerja energi pada operasional melalui peningkatan aset dan penggantian sistem bangunan lama, seperti penerangan, pendingin, dan pemanas air. “Hasilnya, Grup LPKR berhasil mengurangi konsumsi listrik untuk penerangan sebanyak 60%, dan lebih dari 30% untuk inisiatif pengoptimalan sistem pendingin karena peningkatan kinerja energi,” papar John.

John menyebutkan, dalam inisiatif penggunaan lampu misalnya, LPKR menerapkan kebijakan untuk penggantian lampu hanya dengan menggunakan lampu LED, untuk menggantikan sisa lampu non-LED. Perusahaan juga melakukan pemasangan sensor gerak/pencahayaan otomatis di toilet dan area umum dengan pergerakan minimum, serta meredupkan lampu pada malam hari.

Dalam inisiatif penggunaan pendingin, lanjut John, LPKR melakukan optimalisasi sistem pendingin, pemanas, ventilasi, dan pendingin ruangan, dengan mengganti atau meningkatkan peralatan, seperti pemasangan Variable Speed Drives. Sistem pendinginan sentral juga dijadwalkan untuk dihidupkan atau dimatikan berdasarkan jam sibuk atau jam operasional.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia