Waskita Beton (WSBP) Raih Duit Tebal
JAKARTA, investor.id – PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) bakal meraih duit tebal yang dikontribusikan dari perolehan kontrak baru hingga Februari 2024 senilai Rp 352 miliar. Di luar itu, anak usaha PT Waskita Karya Tbk (WSKT) tersebut bahkan sudah mengantongi dana dari hasil lelang aset peralatan tidak produktif sejumlah Rp 11,23 miliar.
Kontrak baru yang didapat WSBP sampai Februari 2024 mayoritas atau mencerminkan 97% berasal dari kontrak-kontrak proyek eksternal di antaranya Pekerjaan Pembangunan Tembok Penahan Jembatan Enim 1 - Jembatan Enim 2, kemudian Spun Pile - Proyek Pembangunan Jalan Tol Serang - Panimbang Seksi III, Readymix - Proyek Tol IKN Segmen SP. Tempadung - Jembatan Pulau Balang STA 0+000 - 6+675, dan proyek-proyek lainnya.
Adapun dana hasil lelang sebesar Rp 11,23 miliar didapat setelah WSBP menuntaskan lelang sebanyak 72 aset peralatan tidak produktif. Aset-aset yang dilelang terbagi atas enam paket lelang mulai dari truk, batching plant, genset, wheel loader, sampai sand washing.
Aksi korporasi ini merupakan wujud komitmen WSBP dalam mematuhi hasil perjanjian perdamaian. Sebanyak 75% atau setara Rp 8,22 miliar dari hasil lelang aset akan digunakan untuk melunasi kewajiban pembayaran kepada kreditur termasuk pada Tranche A dan Tranche B, sedangkan sisanya digunakan sesuai ketentuan yang diuraikan dalam rencana restrukturisasi.
“Dengan adanya lelang aset (asset disposal) ini diharapkan dapat meningkatkan optimalisasi aset dan menambah cash in sebagai salah satu sumber pendanaan kepada kreditur sesuai skema perjanjian perdamaian,” ungkap Vice President of Corporate Secretary WSBP dalam keterangan resminya dikutip pada Minggu (17/3/2024).
WSBP mulai melelang aset peralatan tidak produktif tersebut sejak 28 Februari 2024 melalui situs https://portal.lelang.go.id dengan melibatkan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Purwakarta melalui metode E-Auction secara terbuka (open bidding) di Workshop Cikopo WSBP. Aset mulai diserahterimakan kepada pembeli secara bertahap pada 14 Maret 2024.
Tercatat, total nilai buku aset peralatan yang dilelang adalah Rp 0,- dengan nilai limit lelang keseluruhan berdasarkan nilai pasar Laporan Penilaian Kantor Jasa Penilai Publik Herly, Ariawan, dan Rekan sebesar Rp 8,29 miliar.
Fandy menambahkan, WSBP telah menghitung dan menyiapkan rencana jangka panjang berdasarkan asumsi-asumsi asset disposal yang disesuaikan dengan kebutuhan arus kas dan pemenuhan kewajiban homologasi perusahaan.
WSBP terus berupaya memperkuat fundamental keuangan dengan memperhatikan penerapan tata kelola perusahaan dan manajemen risiko yang baik. Ke depan, WSBP optimistis, kinerjanya akan meningkat melalui penguatan nilai kontrak baru dan pendapatan usaha secara berkelanjutan.
Editor: Muawwan Daelami
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Tag Terpopuler
Terpopuler






