Jumat, 15 Mei 2026

Suku Bunga Tak Kunjung Turun, Imbal Hasil SUN Kembali Naik

Penulis : M. Ghafur Fadillah
18 Mar 2024 | 04:00 WIB
BAGIKAN
Investor memantau pergerakan saham. (B Universe Photo/David Gita Roza)
Investor memantau pergerakan saham. (B Universe Photo/David Gita Roza)

JAKARTA, investor.id - Investor tunggu kejelasan penurunan suku bunga, imbal hasil (yield ) Surat Utang Negara (SUN) diperkirakan kembali menguat pada pekan ini. Imbal hasil bertenor 10 tahun diperkirakan bergerak pada rentang 6,3-7%.

Analis Fixed Income PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) Ahmad Nasrudin mengatakan, The Fed diperkirakan akan mengeluarkan kebijakan yang lebih hawkish kedepan, karena tingkat inflasi menunjukkan perekonomian yang solid. Sedangkan dari dalam negeri, pelaku pasar menantikan rapat Bank Indonesia.

“Ada beberapa tekanan menjelang kedua rapat tersebut,” jelasnya kepada Investor Daily, Minggu (17/3/2024).

ADVERTISEMENT

Ahmad menjelaskan, pasar surat utang cenderung sideways dalam beberapa minggu terakhir. Hal itu karena sudah memasuki jenuh beli sehingga harga kesulitan untuk bergerak naik, terutama saat suku bunga sedang tinggi dan belum ada tanda untuk turun. Dengan kata lain, dalam kondisi saat ini, yield cenderung datar pada kisaran 6,6% sejak akhir Januari 2023.

“Ketidakpastian tentang kapan suku bunga akan turun mendorong lebih banyak aktivitas spekulatif. Untuk itu, yield 10 tahun diperkirakan akan bergerak di kisaran 6,3-7,0% di pekan ini,” papar Ahmad.

Sementara itu, Selasa (19/3/2024), pemerintah akan melakukan lelang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN). Setidaknya ada tujuh seri yang akan masuk dalam lelang tersebut dengan target indikatif Rp 12 triliun.

Ahmad optimistis animo investor kepada lelang akan tinggi, sejalan dengan bunga alias kupon tinggi yang ditawarkan oleh pemerintah. Dalam lelang kali ini, proyeksi bid-to-cover ratio di sekitar 1,75 – 2,5 kali, mengacu pada lelang pekan lalu dimana total incoming bids mencapai Rp 58,94 triliun atau 2,45 kali dari target indikatif yang diumumkan sebelumnya. Pemerintah memutuskan untuk memenangkan penawaran sebesar Rp 24 triliun.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 25 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 36 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 40 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia