Jumat, 15 Mei 2026

Harga Minyak Kembali Menguat, Dipicu Potensi Meluasnya Wilayak Konflik di Gaza

Penulis : Indah Handayani
18 Mar 2024 | 11:27 WIB
BAGIKAN
Pompa angguk (pumpjack) terlihat saat matahari terbenam di ladang minyak Daqing, Provinsi Heilongjiang, Tiongkok pada 22 Agustus 2019. (Foto: REUTERS/Stringer)
Pompa angguk (pumpjack) terlihat saat matahari terbenam di ladang minyak Daqing, Provinsi Heilongjiang, Tiongkok pada 22 Agustus 2019. (Foto: REUTERS/Stringer)

JAKARTA, investor.id - Harga minyak terpantau bergerak dalam tren bullish pada Senin (18/3/2024). Hal itu dipicu potensi meluasnya wilayah konflik di Gaza. Meski demikian, isyarat peningkatan produksi dari Iran dan Amerika Serikat (AS) membatasi pergerakan harga lebih lanjut.

Tim Research and Development ICDX menjelaskan, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada hari Minggu mengumumkan bahwa ia akan melanjutkan rencana serangan ke wilayah Rafah yang berlokasi di selatan Jalur Gaza, dan sekaligus menjadi lokasi tempat pengungsian lebih dari 1 juta warga sipil Palestina. Di hari yang sama, Kanselir Jerman Olaf Scholz mengatakan langkah tersebut akan membuat negosiasi perdamaian regional yang sedang berlangsung menjadi ‘sangat sulit’.

“Berita tersebut mengindikasikan potensi semakin meluasnya tensi geopolitik di Timur Tengah,” tulis Tim Research and Development ICDX dalam risetnya, Senin (18/3/2024).  

ADVERTISEMENT

Tim Research and Development ICDX menjelaskan, fokus pasar juga tertuju pada hasil pertemuan The Fed selama dua hari yang akan dirilis pada hari Rabu mendatang, di mana bank sentral AS diperkirakan akan mempertahankan suku bunga stabil atau tidak berubah pada bulan ini dan kemungkinan penurunan suku bunga pada pertemuan bulan Juni. “Suku bunga AS yang lebih rendah menjadi katalis positif bagi harga minyak karena berpotensi mendorong kenaikan permintaan di AS,” papar Tim Research and Development ICDX.

Sementara itu, Iran dalam waktu dekat berencana meluncurkan serangkaian proyek untuk meningkatkan produksi minyak dari enam ladang minyak sebesar 350 ribu bph, pasca tercapainya kontrak senilai US$ 13 miliar pada hari Minggu, menurut laporan Kantor Berita Republik Islam yang dikelola pemerintah. Berita tersebut memicu kekhawatiran akan peningkatan produksi Iran yang tentunya akan berdampak pada pasokan aliansi OPEC+ secara total. Iran sendiri merupakan produsen terbesar ketiga OPEC setelah Arab Saudi dan Irak.

Tim Research and Development ICDX menambahkan, turut membebani pergerakan harga lebih lanjut, produsen minyak serpih AS menunjukkan isyarat untuk meningkatkan aktivitas pengeboran minyak ke level tertinggi sejak September 2023. Dalam laporan jumlah rig minyak yang dirilis pada akhir pekan lalu oleh Baker Hughes menunjukkan jumlah rig minyak AS naik sebesar 6 rig menjadi 510 rig, angka terbesar sejak 15 September. Laporan tersebut mengindikasikan potensi peningkatan pasokan minyak AS di masa mendatang.

“Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level US$ 82 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level US$ 78 per barel,” tutup Tim Research and Development ICDX.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 13 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 24 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 28 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia