Negosiasi Waskita (WSKT) dengan Para Kreditur Berjalan Alot
JAKARTA, investor. id – Negosiasi PT Waskita Karya Tbk (WSKT) dengan kreditur perbankan dan pemegang Obligasi berjalan alot. Setahun berlalu, kesepakatan restrukturisasi tak kunjung tercapai dan masih berkutat dalam proses standstill atau penghentian sementara pembayaran kewajiban finansial kepada kreditur.
Direktur Utama Waskita Muhammad Hanugroho atau yang biasa disapa Oho mengungkapkan, secara fundamental renegosiasi Waskita bersama kreditur perbankan dan pemegang Obligasi masih dalam proses standstill.
Waskita berada dalam kondisi standstill terhitung sejak Februari 2023. Ini tidak lepas dari Master Restructuring Agreement (MRA) yang masih terus ditinjau ulang atau review.
Padahal, di saat bersamaan, perusahaan BUMN Karya itu sudah menyampaikan term sheet restrukturisasi final pada Februari 2023 berikut usulan perubahan skema terhadap Obligasi non-penjaminan dan fasilitas penjaminan.
Namun, emiten bersandi saham WSKT itu harus menerima pil pahit dengan kondisi standstill yang kini sudah berjalan setahun lebih.
Di hadapan anggota Dewan Komisi VI DPR RI dalam sebuah rapat kerja, Selasa (19/3/2024), Oho mengklaim, pembicaraan Waskita dengan para kreditur yang bergulir akhir-akhir ini sudah mulai mengerucut pada pembahasan menuju kesepakatan restrukturisasi.
“Kami sampaikan, target dari progres restrukturisasi perbankan terutama untuk MRA, kami targetkan signing dapat dilakukan pada April 2024,” ucap Oho.
Sementara untuk Obligasi non-penjaminan, Waskita berencana menggelar kembali Rapat Umum Pemegang Obligasi (RUPO) pada 22 Maret 2024 untuk satu seri Obligasi (PUB III Tahap IV 2019) yang belum disetujui. Soalnya, dari RUPO yang sudah dilaksanakan atas empat seri pada 21-22 Februari 2024, baru tiga dari empat seri yang menyetujui restrukturisasi.
Lalu untuk progres penjaminan termasuk perbankan KMK penjaminan dan Obligasi penjaminan, WSKT telah menyampaikan alternatif proposal restrukturisasi final yang memerlukan dukungan melalui mekanisme klaim penjaminan pada 29 Februari 2024.
“Usulan perubahan ketentuan terkait penjaminan yang diusulkan antara lain berkaitan consent penjaminan terhadap penggunaan termin dan ketentuan mengenai kesepakatan dalam penyelesaian tagihan regres,” tulis manajemen Waskita materi paparannya.
Posisi per Desember 2023, emiten bersandi saham WSKT ini mengoleksi total utang induk sebesar Rp 41,2 triliun yang terdiri dari utang perbankan mencapai Rp 26,3 triliun, perbankan kredit modal kerja (KMK) penjaminan sebesar Rp 5,2 triliun, dan Obligasi non-penjaminan sebesar Rp 4,7 triliun, serta Obligasi penjaminan sebesar Rp 5 triliun.
Masih bersumber dari materi yang dipaparkan, Waskita memperkirakan, setidaknya membutuhkan waktu 17 tahun atau sampai 2039 untuk bisa melunasi seluruh utangnya dengan kemampuan membayar bunga sebesar 3,5% per tahun.
Sesuai rencana, WSKT akan menutup seluruh utang tersebut dengan mengandalkan sebanyak 80% atau setara Rp 35 triliun dana dari hasil divestasi ruas tol, kemudian dana yang diperoleh dari proyek eksisting sebesar Rp 8 triliun, dan margin proyek baru sebesar Rp 4 triliun.
Editor: Muawwan Daelami
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






