Jumat, 15 Mei 2026

Banjir Sentimen Negatif, Imbal Hasil SUN Kembali Naik

Penulis : M. Ghafur Fadillah
1 Apr 2024 | 04:00 WIB
BAGIKAN
Foto ilustrasi. (B Universe Photo/David Gita Roza)
Foto ilustrasi. (B Universe Photo/David Gita Roza)

JAKARTA, investor.id – Pekan ini, imbal hasil (yield) Surat Utang Negara (SUN) diprediksi kembali naik. Dengan kupon SUN tenor 10 tahun yang diproyeksikan bergerak pada kisaran 6,4-7,0%, cenderung lebih tinggi dibandingkan dengan akhir pekan sebelumnya. Hal ini karena banjirnya sentimen negatif. 

Fixed Income Analyst PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO) Ahmad Nasrudin menjelaskan, pasar surat utang diwarnai dengan sentimen negatif, mulai dari data kenaikan non-farm payroll Amerika Serikat (AS) yang diperkirakan mengalami perlambatan, sementara tingkat pengangguran masih diperkirakan tetap pada 3,9% dan membuka ruang spekulasi lebih jauh.

“Selain itu, perkembangan inflasi di Zona Euro yang diperkirakan masih tetap di angka 2,6% juga memberikan tekanan yang sama terhadap pasar,” ungkapnya kepada Investor Daily, Minggu (31/3/2024).

ADVERTISEMENT

Ahmad menambahkan, pasar tengah menantikan risalah pertemuan European Central Bank (ECB) pada bulan Maret 2024 yang akan segera rilis dalam waktu dekat. Rilis itu nantinya akan berisi soal petunjuk soal penurunan suku bunga yang diidam-idamkan oleh para investor. Sedangkan dari China, perhatian investor akan tertuju pada rilis data PMI komposit (manufaktur dan jasa).

“Sementara dari India, perkiraan Bank of India yang masih akan menahan suku bunga pada 6,5% seiring inflasi yang masih tetap di bawah rentang atas dan tekanan pada Rupee yang terjadi juga akan diawasi oleh pasar,” jelasnya kepada Investor Daily, Minggu (31/3/24). 

Dengan kondisi tersebut, asing kemungkinan masih akan berspekulasi untuk membuat harga terdiskon menjadi cukup rendah sebelum memutuskan untuk kembali masuk. Karena asing memanfaatkan ketidakpastian eksternal yang masih tinggi, tekanan pada rupiah seiring dengan menipisnya surplus dagang, serta puncak musiman inflasi selama Ramadan dan Idulfitri.

Ahmad menyampaikan, pasar domestik mengalami bearish mendatar di pekan lalu di mana yield jangka pendek naik lebih tinggi daripada yield jangka panjang. Yield 2 tahun naik menjadi 6,428% atau naik 6 bps, sementara yield 10 tahun naik menjadi 6,693% atau bertambah 4 bps. Kenaikan terjadi setelah asing membukukan jual bersih mingguan yang cukup besar, mencapai Rp 8,90 triliun, yang mana sebagian besar terjadi pada awal pekan lalu mencapai Rp 5,28 triliun.

“Dengan demikian, secara keseluruhan, pada Maret 2024 asing membukukan jual bersih sebesar Rp 20 triliun,” paparnya.

Namun demikian, Ahmad menambahkan, efeknya terhadap kenaikan yield relatif terbatas, hanya naik dari 6,61% di akhir Februari 2024 menjadi 6,69% di akhir Maret 2024 karena permintaan domestik dan fundamental domestik relatif solid. “Selain itu, porsi asing juga sudah jauh berkurang, sekarang asing memegang sekitar 15% dari total outstanding di pasar sekunder. Dengan demikian, aksi jual mereka tidak berdampak signifikan pada kenaikan yield,” ujar dia.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 46 menit yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 56 menit yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 2 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 3 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 9 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia