Ramai Sentimen Positif, Harga Batu Bara Berpotensi Menguat
JAKARTA, investor.id – Harga batu bara berpotensi menguat pada pekan ini. hal itu ditopang oleh ramainya sentimen positif. Apa saja itu?
Research and Development ICDX Girta Yoga mengatakan, sentimen positif tersebut adalah permintaan batu bara China dan India berpotensi meningkat dipicu oleh insiden ambruknya jembatan Baltimore yang membuat tertundanya pengiriman batu bara dari Amerika Serikat (AS) ke sejumlah pembeli termasuk China dan India.
Baca Juga:
Masih Tertekan, Harga CPO Bakal Segini“Mengutip dari data pelacakan kapal Kepler, batu bara yang dikirim melalui Baltimore ke China, India dan Eropa pada tahun 2023 mencapai sekitar 22,9 juta ton,” ungkap Yoga kepada Investor Daily, baru-baru ini.
Menurut Yoga, mengutip dari pakar diperkirakan ambruknya jembatan Baltimore berpotensi membuat ekspor batu bara dari jalur tersebut menjadi terhambat sekitar enam pekan. Penutupan jalur itu secara tidak langsung juga turut mengganggu mata rantai pasokan secara global, karena batu bara yang diekspor melalui Baltimore berkontribusi terhadap sekitar 27% dari total pengiriman batu bara AS via laut.
Baca Juga:
Waspada Sentimen Negatif, Begini Strategi Trading Tiga Saham Jelang Libur Panjang Idulfitri“Insiden ambruknya jembatan Baltimore yang turut menunda pengiriman batu bara dari AS ke negara-negara importir, termasuk India yang mengimpor sebanyak 7,27 juta ton batu bara dari AS,” papar Yoga.
Yoga menambahkan, meskipun situasi di Shanxi dilaporkan telah kembali normal, namun sumber dari Departemen Riset Asosiasi Transportasi dan Distribusi Batu Bara China mengatakan bahwa pasokan domestik saat ini masih berlebih, dan untuk level impor batu bara saat ini juga dikatakan masih berada di level yang tinggi.
“Komentar tersebut mengindikasikan potensi penurunan permintaan batu bara impor karena produksi dalam negeri masih berlebih. Akan tetapi, dengan adanya insiden Baltimore berpotensi terjadi peralihan permintaan batu bara dari AS ke produsen Asia,” jelas Yoga.
Dengan demikian, lanjut Yoga, harga batu bara pada April berpotensi bergerak dengan perkiraan level resistance berada di kisaran harga US$ 130 - 132 per ton. Apabila mendapat katalis negatif, maka berpotensi menemui level support di kisaran harga US$ 128 – 126 per ton.
Yoga menyebut, pada pekan lalu, harga batu bara bergerak menguat tipis sebesar 0,04%. Sepanjang bulan Maret, harga batu bara bergerak bearish dengan penurunan sebesar 2,27%. Dilihat secara year to date (YTD), harga batu bara tercatat mengalami penurunan sebesar 2,20%.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






