Jumat, 15 Mei 2026

ADHI Berpeluang Jadi Induk Nindya dan Brantas Abipraya 

Penulis : Muawwan Daelami
2 Apr 2024 | 07:02 WIB
BAGIKAN
Presiden Joko Widodo telah melakukan seremoni penutupan atap Indoord Multifunction Stadium (IMS) Gelora Bung Karno. (Ist)
Presiden Joko Widodo telah melakukan seremoni penutupan atap Indoord Multifunction Stadium (IMS) Gelora Bung Karno. (Ist)

JAKARTA, investor.id - PT Adhi Karya Tbk (ADHI) berpeluang besar menjadi induk bilamana skenario PT Nindya Karya dan PT Brantas Abipraya menjadi bagian dari ADHI berjalan lancar. Bukan merger seperti kabar yang beredar, Nindya dan Abipraya diperkirakan masuk ke ADHI dengan menjadi subholding.

"Mekanismenya untuk ADHI, Nindya, dan Brantas ini mungkin subholding. Jadi bukan merger. Kalau mergerkan bergabung kemudian bersatu saling meniadakan. Kalau ini induknya ada. Jadi polanya subholding," ucap Entus dalam konferensi pers seusai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Kantor Pusat Adhi Karya, Jakarta, Senin (1/4/2024).

Entus mengungkapkan, ADHI kemungkinan dipercaya menjadi induk lantaran memiliki ekuitas yang paling besar di antara Nindya dan Abipraya. Mengacu pada laporan keuangan konsolidasian per 31 Desember 2023, emiten bersandi saham ADHI tersebut memiliki ekuitas sejumlah Rp 9,21 triliun. Jumlah ini naik 4,47% dibanding ekuitas pada tahun sebelumnya yang sejumlah Rp 8,82 triliun.

ADVERTISEMENT

Pola masuknya Nindya dan Abipraya ke ADHI ini mirip seperti ketika Kementerian BUMN membentuk holding ultra mikro yang dipimpin PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI). Di dalam holding itu, tutur Entus, terdapat PT Pegadaian (Persero) dan PT Permodalan Nasional Madani (PNM). Demikian pula dengan pola ADHI, Nindya dan Abipraya. 

"Jadi, BRI dimasuki pegadaian sama PNM itu menarik. Ditambah lagi, sektornya memang bagus karena sektor keuangan. Tapi, sektor karya ini lagi susah atau gelap," ujar dia.

Sampai sekarang, perkembangan terbaru soal inisiatif Kementerian BUMN memasukkan Nindya dan Abipraya ke ADHI, diakui Entus, perseroan telah menerima surat terkait inisiatif tersebut. Isinya memberitahukan agar ADHI bersiap-siap. Meski demikian, surat tersebut masih bersifat sendiri-sendiri.

"Jadi, kami menyiapkan sendiri-sendiri, termasuk valuasi sendirian saja, sehingga nanti kalau waktunya ditetapkan turun, supaya segera. Kami masing-masing sudah punya valuasi, nilai market yang wajar," tutupnya.

Editor: Muawwan Daelami

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 4 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 5 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 5 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia