Panasnya Aksi Korporasi Mid Banks, Ini yang Paling Recommended
JAKARTA, investor.id – Setelah mencetak rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH) pada 2023, laba bersih bank berpotensi melanjutkan pertumbuhan double digit pada 2024. Hal tersebut bakal didorong oleh pertumbuhan kredit yang diproyeksi double digit, dengan margin bunga bersih (NIM) stabil.
“Namun, kami melihat pertumbuhan laba bersih pada 2024 akan ternormalisasi, seiring mulai terbatasnya ruang penurunan beban provisi. Hal itu terindikasi dari laba bersih bank pada kuartal IV-2023 yang cenderung mixed secara kuartalan (qoq),” tulis Investment Analyst Lead Stockbit Sekuritas, Rahmanto Tyas Raharja dalam risetnya.
Adapun peningkatan performa bank pada 2023 dihantui oleh perlambatan pertumbuhan net interest income (NII). Meskipun pendapatan bunga meningkat double digit, pertumbuhan NII terhambat akibat peningkatan beban bunga hingga sekitar 50% (yoy) seiring lonjakan cost of fund. Di sisi lain, peningkatan performa pada 2023 juga masih didukung oleh penurunan beban provisi.
“Untuk tahun 2024, Stockbit sejalan dengan konsensus analis yang masih memperkirakan laba bersih bank akan tumbuh double digit dan kembali mencetak rekor laba bersih tertinggi sepanjang masa,” jelas Rahmanto.
Lebih lanjut dia mengungkapkan, performa positif pada 2023 juga terefleksikan pada harga saham emiten bank yang sebagian besar juga naik double digit. “Kami lebih menyukai mid banks dibanding big banks karena valuasi yang lebih menarik, mulai re-rating, dan potensi dari aksi korporasi,” sebut dia.
Aksi Korporasi dan Pilihan Teratas
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






