Jumat, 15 Mei 2026

Ekonom Prediksi Emas Bakal Naik, Imbas Konflik Iran-Israel

Penulis : Ilham Oktafian
15 Apr 2024 | 16:50 WIB
BAGIKAN
Tangkapan layar Ekonom Mari Elka Pangestu dalam acara Eisenhower Fellowships Indonesia Alumni Chapter mengenai Ngobrol Seru Dampak Konflik Iran-Israel ke Ekonomi RI yang disaksikan secara daring di Jakarta, Senin (15/4/2024). (Foto: ANTARA/Kuntum Riswan)
Tangkapan layar Ekonom Mari Elka Pangestu dalam acara Eisenhower Fellowships Indonesia Alumni Chapter mengenai Ngobrol Seru Dampak Konflik Iran-Israel ke Ekonomi RI yang disaksikan secara daring di Jakarta, Senin (15/4/2024). (Foto: ANTARA/Kuntum Riswan)

JAKARTA, investor.id – Mantan Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu memperkirakan harga emas hingga minyak dunia bakal naik, sebagai imbas dari konflik Iran dengan Israel. Menurutnya, pemerintah Amerika Serikat (AS) bakal memberlakukan sanksi terhadap Iran yang menghasilkan tiga juta barel minyak bumi per hari.

"Yang jelas harga minyak akan meningkat bilamana terjadi ekskalasi," papar ekonom tersebut, Senin (15/4/2024). Ini disampaikannya dalam diskusi dengan judul “Ngobrol Seru Dampak Konflik Iran-Israel ke Ekonomi RI” yang digelar via zoom.

Menurut dia, harga emas diprediksi melonjak dan akan mempengaruhi perekonomian Indonesia.

ADVERTISEMENT

"Per hari ini harga emas sudah naik 16%, minyak juga sudah naik dan stock index juga naik," tuturnya.

Jika demikian, nilai tukar rupiah bakal menurun sehingga ekspor Indonesia ikut terdampak.

"Ini menggambarkan menguatnya dolar, gangguan terhadap impor kita, entah minyak gandum kita, gejolah komoditi akan mempengaruhi indonesia. Dan rupiah yang sudah melemah akan melemah lagi, masalah anggaran dan fiskal, subsidi (bahan bakar minyak) BBM," kata Mari.

Sebelumnya, pada Sabtu (13/4/2024) malam, militer Iran melancarkan serangan pesawat nirawak (drone) dan rudal ke Israel sebagai balasan atas serangan di Damaskus pada awal April 2024 yang menewaskan beberapa komandan Iran.

Dalam panggilan telepon antara Presiden AS Joe Biden dan Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu, Biden menegaskan agar Netanyahu "berpikir secara hati-hati dan strategis mengenai risiko eskalasi".

Biden juga menekankan komitmen pemerintah AS untuk meredakan ketegangan regional dan menghindari konflik yang lebih luas.

"Kami tidak berencana untuk terlibat dalam tindakan semacam itu," katanya.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 12 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 23 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 27 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia