Jumat, 15 Mei 2026

Dampak Konflik Iran vs Israel bagi Pasar Saham RI, Harga Minyak, dan Emas

Penulis : Eva Fitriani / Ghafur Fadillah
16 Apr 2024 | 05:00 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi IHSG. (B-Universe Photo/Uthan AR)
Ilustrasi IHSG. (B-Universe Photo/Uthan AR)

JAKARTA, investor.id – Naiknya tensi geopolitik di Timur Tengah menyusul konflik bersenjata antara Iran dan Israel diperkirakan bakal menekan pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) pada pekan ini atau pasca libur panjang Lebaran 2024. IHSG diprediksi terkoreksi untuk menguji area support 7.099 dari posisi penutupan terakhir di 7.286.

“Pekan ini, kami melihat IHSG berpotensi mengalami tekanan karena adanya peningkatan dari tensi geopolitik. IHSG berpotensi mengalami pelemahan dengan rentang 7.220-7.300,” kata Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus kepada Investor Daily, yang dikutip pada Selasa (16/4/2024).

Nico mengungkapkan, ketegangan antara Iran dan Israel membuat pelaku pasar dan investor khawatir. Pasalnya, yang mulai bertikai adalah Iran, dimana hal ini tentu saja mengonfirmasi bahwa eskalasi perang berpotensi bertambah besar.

ADVERTISEMENT

“Seperti yang kita ketahui, Iran juga salah satu negara yang memproduksi minyak. Oleh sebab itu, kalau kita perhatikan harga minyak pun langsung naik,” ujar dia.

Tidak hanya dari peningkatan tensi geopolitik, lanjut Nico, data ketenagakerjaan di Amerika juga sangat baik, terutama ketika US change in nonfarm Payrolls naik. Hal ini yang membuat inflasi Amerika Serikat tampaknya semakin sulit untuk ditekan, yang dapat membuat the Fed akan menunda pemangkasan suku bunga acuan.

“Inflasi di Amerika pun naik, yang semakin memberikan rasa pesimis apakah the Fed akan memangkas suku bunga acuan pada bulan Juni mendatang. Karena prediksi pemangkasan tersebut sudah mundur hingga bulan September,” tutur dia.

Harga Minyak dan Emas 

Sementara itu Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim As Syuaibi mengatakan, serangan Iran ke Israel pada Sabtu (13/4/2024) dipastikan meningkatkan tensi geopolitik di kawasan Timur Tengah, dan akan berdampak pada harga minyak dan emas.

“Emas kemungkinan besar pada perdagangan Selasa (16/4/24) akan meningkat. Diikuti, dengan nilai tukar yang akan menurun," jelas Ibarahim dalam keterangannya.

Ibrahim memperkirakan harga emas masih terus mengalami kenaikan dengan target saat ini pada level US$ 2.350 per troy ounce. Apabila target tersebut terpenuhi, bukan tidak mungkin harga emas bakal tembus hingga US$ 2.400-2.500.

"Harus diingat harga US$ 2.400 itu kemungkinan tidak tercapai di akhir tahun. Tapi, tensi politik yang tinggi di Timur Tengah akan membuat harga emas menanjak tinggi hingga US$ 2.500 per troy ounce," ujar dia.

Sedangkan terkait harga minyak mentah dunia, Ibrahim menyebutkan bahwa eskalasi tensi geopolitik akan meningkatkan harga minyak lebih tinggi. Ini tidak lepas dari potensi melestusnya perang yang melibatkan negara-negara produsen minyak, sehingga bisa dipastikan mengganggu produksi minyak.

"Ini yang membuat harga minyak mentah akan mendidih dan kemungkinan menyentuh level US$ 100 per barel pada 2024," jelas dia.

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 13 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 24 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 28 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia