Jumat, 15 Mei 2026

506 Saham Memerah, Tapi Ada yang Melejit Tinggi termasuk MEDC

Penulis : Thresa Sandra Desfika
19 Apr 2024 | 12:51 WIB
BAGIKAN
Pengunjung melintasi logo Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. (Investor Daily/David Gita Roza)
Pengunjung melintasi logo Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. (Investor Daily/David Gita Roza)

JAKARTA, investor.id - Indeks harga saham gabungan (IHSG) melemah 103,71 poin (-1,45%) ke level 7.063,09 pada akhir sesi I perdagangan 19 April 2024.

Sebanyak 506 saham memerah, 156 saham stagnan, dan hanya 89 saham di parkir di zona hijau.

Seluruh sektor saham kompak anjlok, dan yang terparah melanda sektor saham transportasi -3,04% dan teknologi -2,23%.

ADVERTISEMENT

Meski mayoritas saham terkapar, berdasarkan data RTI, masih ada saham-saham yang melejit tinggi. Dipimpin oleh saham PT Multi Hanna Kreasindo Tbk (MHKI) +17,86%.

Setelah itu ada saham PEGE +16,46%, HELI +12,50%; UNIQ +10,50%; FWCT +9,09%; MEDC +5,33%; MRAT +5,18%; VISI +4,50%; PPRI +3,75%; dan SURI +3,59%.

Tensi Meningkat

Stockbit Sekuritas dalam ulasannya mengungkap bahwa harga minyak WTI meningkat +3,63% ke level US$ 86/barel dan harga emas meningkat +1,2% ke level US$ 2.406/ounce pada perdagangan pagi ini, Jumat (19/4/2024).

Kenaikan harga kedua komoditas tersebut terjadi seiring munculnya laporan dari ABC News – dikutip dari ulasan Stockbit – bahwa Israel telah melancarkan misil sebagai serangan balasan ke Iran. Laporan ABC News tersebut muncul bersamaan dengan kabar dari agensi berita Iran yang melaporkan bahwa terdapat suara ledakan di dekat kota Isfahan, Iran.

Investment Analyst Stockbit, Hendriko Gani menilai, kenaikan harga minyak ini membawa sentimen positif jangka pendek bagi produsen minyak seperti MEDC dan ENRG.

Sementara itu, kenaikan emas juga memberikan sentimen positif jangka pendek pada emiten produsen emas seperti ARCI, BRMS, MDKA, PSAB, ANTM, dan SQMI.

“Jika tensi geopolitik di Timur Tengah terus meningkat, harga emas dan minyak berpotensi diperdagangkan pada level yang lebih tinggi,” terang Hendriko.

Selain produsen migas, beberapa emiten yang berpotensi terdampak positif dari tingginya harga minyak adalah emiten oil service seperti ELSA, WINS, LEAD.

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 15 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 19 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 1 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 2 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia