Minyak Melonjak 3%, Emas Spot di Rekor Tertinggi Setelah Ketegangan Timteng
DOHA, investor.id – Harga minyak melonjak lebih dari 3% pada Jumat (19/4/2024) setelah laporan yang mengatakan Israel melakukan serangan militer terhadap Iran, memicu kekhawatiran akan meluasnya perang di Timur Tengah.
Israel dilaporkan melakukan serangan militer terbatas terhadap Iran dan saat ini sedang menilai keefektifan serangan tersebut serta kerusakan yang ditimbulkan, kata sumber yang mengetahui situasi tersebut kepada NBC News. Operasi tersebut dilakukan pada Jumat dini hari waktu setempat.
Kedua benchmark minyak tersebut memangkas kenaikan setelah awalnya melonjak lebih dari 3% di tengah berita ledakan di Iran. Patokan global Brent diperdagangkan 1,73% lebih tinggi ke level US$ 88,62 per barel setelah melampaui US$ 90 per barel sebelumnya, sementara West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat (AS) naik 1,75% ke harga US$ 84,1 per barel.
Aset-aset safe haven juga meningkat. Harga emas spot melonjak ke level tertinggi baru sepanjang masa di level 2.411,09 per ounce, sementara yen menguat 0,45% menjadi 153,93 terhadap dolar AS.
Kantor berita Fars Iran melaporkan ledakan terdengar di dekat bandara di Isfahan. Penerbangan ke bandara Teheran, Isfahan, dan Shiraz kini telah ditangguhkan. Situs pelacakan penerbangan Flight Radar 24 menunjukkan beberapa penerbangan dialihkan melalui wilayah udara Iran pada Jumat pagi.
Korps Garda Revolusi Islam melalui saluran Telegram mengatakan tidak ada ledakan di lapangan di Isfahan dan suara ledakan tersebut disebabkan oleh pertahanan Iran. Angkatan bersenjata negara tersebut juga mengatakan fasilitas nuklir di Provinsi Isfahan “dalam keadaan aman sepenuhnya”.
“Perang Bayangan” Telah Berakhir
Israel pada Minggu (14/4/2024) berjanji akan “menetapkan harga” dari Iran sebagai tanggapan atas serangan udara skala besar yang dilakukan akhir pekan lalu terhadap negara Yahudi tersebut
Sehari sebelumnya yakni pada Sabtu (13/4/2024) Iran menyerang sasaran militer di Israel, meluncurkan lebih dari 300 rudal dan pesawat nirawak atau drone, sebagai pembalasan atas serangan Israel terhadap kompleks kedutaan besarnya di Damaskus, Suriah.
“Dengan serangan nyata Israel terhadap Iran hari ini, sebagai balasan atas serangan Iran terhadap Israel pada Minggu lalu, kita sekarang menghadapi perang panas antar negara secara langsung,” kata Direktur Layanan Minyak Global Rapidan Energy, Clay Seigle, seperti dikutip CNBC internasional, Jumat
“Babak ‘perang bayangan’ telah berakhir,” pungkasnya.
Meskipun pemerintah AS telah menjanjikan komitmen yang kuat terhadap Israel, Presiden AS Joe Biden juga telah mengatakan kepada Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu bahwa AS tidak akan ikut serta dalam operasi ofensif apa pun terhadap Iran, ungkap seorang pejabat senior pemerintah kepada NBC News.
“AS harus menghindari jebakan lebih lanjut dalam upaya Israel untuk menyeret pasukan militer AS ke dalam perang yang lebih luas dengan Iran,” kata Sarah Leah Whitson selaku direktur eksekutif Demokrasi untuk Dunia Arab Sekarang (Dawn).
Keputusan Israel untuk menyerang Iran meskipun ada permohonan dari pendukung utamanya adalah “indikator yang jelas betapa tidak bertanggung jawab dan tidak akuntabelnya pemerintah Israel”, kata dia.
Seigle menyatakan masih terlalu dini untuk menentukan apa yang bisa terjadi selanjutny
Namun, ia menekankan “risiko besar” bagi pasar minyak dalam perang Timur Tengah yang semakin meluas adalah ekspor minyak dari Teluk Arab akan terputus. Wilayah ini menghasilkan lebih dari 20 juta barel minyak per hari.
Gangguan atau penutupan Selat Hormuz, titik penghubung utama antara Iran dan Oman dan menjadi jalur aliran seperlima produksi minyak global setiap hari, juga akan menyebabkan harga minyak melonjak lebih tinggi.
“Gangguan Hormuz akan sangat serius bagi perekonomian dunia, berpotensi mendorong harga minyak hingga tiga digit ke tingkat yang menyebabkan kehancuran permintaan,” tambahnya.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Tag Terpopuler
Terpopuler






