Jumat, 15 Mei 2026

Minyak Melonjak 3%, Emas Spot di Rekor Tertinggi Setelah Ketegangan Timteng

Penulis : Grace El Dora
19 Apr 2024 | 14:09 WIB
BAGIKAN
Pemandangan sumur minyak saat matahari terbenam di Ladang Minyak Elk Hills saat harga gas meningkat di California, Amerika Serikat pada 14 April 2024. (Foto: Tayfun Coskun / Anadolu / Getty Images)
Pemandangan sumur minyak saat matahari terbenam di Ladang Minyak Elk Hills saat harga gas meningkat di California, Amerika Serikat pada 14 April 2024. (Foto: Tayfun Coskun / Anadolu / Getty Images)

DOHA, investor.id – Harga minyak melonjak lebih dari 3% pada Jumat (19/4/2024) setelah laporan yang mengatakan Israel melakukan serangan militer terhadap Iran, memicu kekhawatiran akan meluasnya perang di Timur Tengah.

Israel dilaporkan melakukan serangan militer terbatas terhadap Iran dan saat ini sedang menilai keefektifan serangan tersebut serta kerusakan yang ditimbulkan, kata sumber yang mengetahui situasi tersebut kepada NBC News. Operasi tersebut dilakukan pada Jumat dini hari waktu setempat.

Kedua benchmark minyak tersebut memangkas kenaikan setelah awalnya melonjak lebih dari 3% di tengah berita ledakan di Iran. Patokan global Brent diperdagangkan 1,73% lebih tinggi ke level US$ 88,62 per barel setelah melampaui US$ 90 per barel sebelumnya, sementara West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat (AS) naik 1,75% ke harga US$ 84,1 per barel.

ADVERTISEMENT

Aset-aset safe haven juga meningkat. Harga emas spot melonjak ke level tertinggi baru sepanjang masa di level 2.411,09 per ounce, sementara yen menguat 0,45% menjadi 153,93 terhadap dolar AS.

Kantor berita Fars Iran melaporkan ledakan terdengar di dekat bandara di Isfahan. Penerbangan ke bandara Teheran, Isfahan, dan Shiraz kini telah ditangguhkan. Situs pelacakan penerbangan Flight Radar 24 menunjukkan beberapa penerbangan dialihkan melalui wilayah udara Iran pada Jumat pagi.

Korps Garda Revolusi Islam melalui saluran Telegram mengatakan tidak ada ledakan di lapangan di Isfahan dan suara ledakan tersebut disebabkan oleh pertahanan Iran. Angkatan bersenjata negara tersebut juga mengatakan fasilitas nuklir di Provinsi Isfahan “dalam keadaan aman sepenuhnya”.

Perang Bayangan” Telah Berakhir

Israel pada Minggu (14/4/2024) berjanji akan “menetapkan harga” dari Iran sebagai tanggapan atas serangan udara skala besar yang dilakukan akhir pekan lalu terhadap negara Yahudi tersebut

Sehari sebelumnya yakni pada Sabtu (13/4/2024) Iran menyerang sasaran militer di Israel, meluncurkan lebih dari 300 rudal dan pesawat nirawak atau drone, sebagai pembalasan atas serangan Israel terhadap kompleks kedutaan besarnya di Damaskus, Suriah.

“Dengan serangan nyata Israel terhadap Iran hari ini, sebagai balasan atas serangan Iran terhadap Israel pada Minggu lalu, kita sekarang menghadapi perang panas antar negara secara langsung,” kata Direktur Layanan Minyak Global Rapidan Energy, Clay Seigle, seperti dikutip CNBC internasional, Jumat

“Babak ‘perang bayangan’ telah berakhir,” pungkasnya.

Meskipun pemerintah AS telah menjanjikan komitmen yang kuat terhadap Israel, Presiden AS Joe Biden juga telah mengatakan kepada Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu bahwa AS tidak akan ikut serta dalam operasi ofensif apa pun terhadap Iran, ungkap seorang pejabat senior pemerintah kepada NBC News.

“AS harus menghindari jebakan lebih lanjut dalam upaya Israel untuk menyeret pasukan militer AS ke dalam perang yang lebih luas dengan Iran,” kata Sarah Leah Whitson selaku direktur eksekutif Demokrasi untuk Dunia Arab Sekarang (Dawn).

Keputusan Israel untuk menyerang Iran meskipun ada permohonan dari pendukung utamanya adalah “indikator yang jelas betapa tidak bertanggung jawab dan tidak akuntabelnya pemerintah Israel”, kata dia.

Seigle menyatakan masih terlalu dini untuk menentukan apa yang bisa terjadi selanjutny

Namun, ia menekankan “risiko besar” bagi pasar minyak dalam perang Timur Tengah yang semakin meluas adalah ekspor minyak dari Teluk Arab akan terputus. Wilayah ini menghasilkan lebih dari 20 juta barel minyak per hari.

Gangguan atau penutupan Selat Hormuz, titik penghubung utama antara Iran dan Oman dan menjadi jalur aliran seperlima produksi minyak global setiap hari, juga akan menyebabkan harga minyak melonjak lebih tinggi.

“Gangguan Hormuz akan sangat serius bagi perekonomian dunia, berpotensi mendorong harga minyak hingga tiga digit ke tingkat yang menyebabkan kehancuran permintaan,” tambahnya.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 11 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia