Target Baru IHSG 2024 plus Saham yang Bisa Dibeli
JAKARTA, investor.id – BRI Danareksa Sekuritas merevisi perkiraan pertumbuhan earnings per share (EPS) tahun ini menjadi 3% (yoy) dari sebelumnya 5%, menyusul pertumbuhan laba bersih kuartal I-2024 yang kurang memuaskan sebesar 3% (yoy).
“Kami mencatat bahwa prospek pertumbuhan jangka pendek masih belum pasti pada kuartal II-IV tahun ini, dimana pertumbuhan PDB yang menurut tim makro kami telah mencapai puncaknya pada kuartal I-2024 (5,1% yoy), dengan ruang belanja fiskal lebih terbatas pada kuartal II-2024,” tulis analis BRI Danareksa Sekuritas, Erindra Krisnawan dalam risetnya.
Meski demikian, BRI Danareksa Sekuritas tetap memproyeksikan pertumbuhan PDB 2024 sebesar 5-5,1%, sehingga menyiratkan penurunan terbatas pada perkiraan laba bersih emiten. Namun, risiko penurunan pertumbuhan mungkin timbul, jika rupiah makin melemah dan Bank Indonesia (BI) kembali menaikkan suku bunga. Dengan asumsi tersebut, pertumbuhan EPS tahun ini ditaksir hanya sebesar 0,2%.
“Perkiraan kami sebelumnya dengan pertumbuhan 5% (yoy) pada tahun ini seharusnya kini mencerminkan skenario pertumbuhan yang optimistis bagi pasar,” jelas Erindra.
Saat ini, indeks harga saham gabungan (IHSG) diperdagangkan pada PBV sebesar 1,8 kali, diskon 22% dari rata-rata 10 tahun yang mencapai 2,3 kali dan di bawah titik terendah 10 tahun yang sebesar 2,1 kali.
Erindra menilai, diskon besar tersebut tidak beralasan karena return on equity (ROE) pasar tahun ini sekitar 9,5% berdasarkan perkiraan BRI Danareksa Sekuritas dibandingkan rata-rata ROE 10 tahun terakhir mencapai 10,3% dan sejalan dengan ROE terendah 10 tahun yang sebesar 9,4%. Sedangkan ROE terendah di luar pandemi sebesar 6,3%.
“Dengan demikian, valuasi saat ini mengimplikasikan bahwa investor telah memperhitungkan kondisi yang lebih buruk atau penurunan lebih lanjut ROE pasar,” ungkapnya.
Erindra memperkirakan sektor bank akan menghasilkan ROE yang tangguh pada 2024, sangat kontras dengan penurunan ROE yang terjadi pada 2014-2015. Kualitas aset bank yang sehat dan permodalan yang lebih kuat merupakan perbedaan utama dalam kondisi saat ini. Neraca perusahaan juga tetap sehat. Rata-rata net gearing pada 2023 sebesar 13%.
“Sedangkan penurunan ROE tahun ini terutama bakal didorong oleh sektor konsumen dan komoditas,” sebut dia.
Target Baru IHSG dan Rekomendasi Sahamnya
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






