Jumat, 15 Mei 2026

Ada Emiten Labanya Melonjak 352%, Rencana Besar Tahun Ini Diungkap

Penulis : Thresa Sandra Desfika
31 Mei 2024 | 07:26 WIB
BAGIKAN
BSBK. Ist
BSBK. Ist

JAKARTA, investor.id - Emiten properti, PT Wulandari Bangun Laksana Tbk (BSBK), memulai tahun ini dengan kinerja yang memuaskan.

Emiten yang berlokasi di Balikpapan, Kalimantan Timur ini mengelola kawasan komersial terpadu - Balikpapan Superblock - dengan berbagai fasilitas.

Perseroan memiliki pusat perbelanjaan yang disewakan yang bernama Mal E-Walk dan Mal Pentacity Shopping Venue, serta melakukan penjualan unit apartemen dan condotel.

Direktur BSBK, Daniel Wirawan menyebutkan, pada kuartal I-2024, perseroan mencatatkan penjualan dan pendapatan usaha sebesar Rp 82,5 miliar mengalami peningkatan sebesar 6,78% dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2023 yaitu sebesar Rp 77,2 miliar.

ADVERTISEMENT

“Peningkatan ini disebabkan oleh kenaikan pada segmen pendapatan usaha sebesar 19,71%, yang merupakan dampak dari naiknya occupancy rate Mal E-Walk dan Mal Pentacity,” ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (31/5/2024).

Pada segmen penjualan, perseroan berhasil mencatatkan peningkatan yang signifikan atas penjualan apartemen sebesar 83,38% dibandingkan dengan periode sebelumnya tahun 2023, hal ini dikarenakan aktivitas perekonomian maupun daya beli yang meningkat karena pembangunan Ibu Kota Nusantara.

Daniel mengatakan, seiring dengan meningkatnya penjualan dan pendapatan sewa perseroan, laba usaha perseroan juga mengalami peningkatan pada kuartal I-2024, di mana tercatat sebesar Rp 33,4 miliar atau meningkat 51,98% dibandingkan dengan kuartal I-2023 yang hanya sebesar Rp 22,0 miliar.

Alhasil dari sisi bottom line, perseroan berhasil mencatatkan laba bersih sebesar Rp 17,1 miliar atau mengalami peningkatan sebesar 352,38% dibandingkan dengan kuartal I-2023. Peningkatan tersebut dikarenakan karena efisiensi beban pokok pendapatan dan beban keuangan yang dilakukan oleh perseroan.

Dari sisi neraca, BSBK mencatatkan total aset pada kuartal I-2024 sebesar Rp 2,50 triliun, tidak terdapat perubahan yang signifikan dibandingkan dengan total aset pada kuartal I-2023 yaitu sebesar Rp 2,52 triliun.

Di sisi lain, perseroan mampu menurunkan total utang pada kuartal I-2024 yaitu menjadi sebesar Rp 798 miliar dari sebelumnya sebesar Rp 873 miliar. Sementara, untuk total ekuitas perseroan mengalami peningkatan yaitu dari Rp 1,65 triliun menjadi Rp 1,70 triliun pada kuartal I-2024, hal ini disebabkan oleh peningkatan saldo laba perseroan pada periode kuartal I-2024.

2024

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 4 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 43 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 47 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 2 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 3 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia