Jumat, 15 Mei 2026

Kapitalisasi Bursa Menguap Rp 500 Triliun, Efek FCA BREN Besar

Penulis : Indah Handayani
1 Jun 2024 | 11:30 WIB
BAGIKAN
Investor melihat pergerakan IHSG melalui monitor. (B-Universe Photo/David Gita Roza)
Investor melihat pergerakan IHSG melalui monitor. (B-Universe Photo/David Gita Roza)

JAKARTA, investor.id – Kapitalisasi pasar (market cap) Bursa Efek Indonesia (BEI) menguap lebih dari Rp 500 triliun dalam sepekan. Hal itu efek dari turunnya kapitalisasi pasar PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), yang terkena penerapan mekanisme lelang berkala secara penuh atau Full Periodic Call Auction (FCA) akibat masuk papan pemantauan khusus (PPK).

Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 27-31 Mei 204, kapitalisasi pasar bursa terpangkas Rp 538 triliun atau 4,35% menjadi Rp 11.825 triliun dari Rp 12.363 triliun pada pekan lalu. Sedangkan kapitalisasi pasar BREN tergerus Rp 405 triliun.

Hal serupa juga terjadi pada indeks harga saham gabungan (IHSG) yang akhir pekan ini tergerus 3,48% ke level 6.970 dari 7.222 pada penutupan pekan lalu.

ADVERTISEMENT

Pekan ini, rata-rata nilai transaksi harian naik 49% menjadi Rp 18,12 triliun dari Rp 12,16 triliun pada pekan lalu. Kenaikan juga terjadi pada rata-rata volume transaksi harian sebesar 34,4% menjadi 20,72 miliar saham dari 15,41 miliar saham. Sedangkan rata-rata frekuensi transaksi harian turun 0,79% menjadi 1,13 juta kali dari 1,14 juta kali.

Pada perdagangan Jumat (31/5/2024), investor asing mencatatkan transaksi jual bersih (net sell) sebesar Rp 66,58 miliar. Dengan demikian, sepanjang tahun berjalan ini, investor asing membukukan nilai net sell sebesar Rp 6,25 triliun.

FCA Saham BREN 

Harga saham Barito Renewables (BREN) mengalami penurunan drastis hingga membentur batas auto reject bawah (ARB) selama tiga hari berturut-turut atau tiga hari periode perdagangan FCA BREN di papan pemantauan khusus.

Saham BREN telah terpangkas hampir 30% selama periode 29-31 Mei 2024. Rinciannya, BREN anjlok 10% pada perdagangan Rabu (29/5). Kemudian, terpangkas 9,8% pada Kamis (30/5) dan tergerus 9,8% pada Jumat (31/5).

Hal itu mengakibatkan kapitalisasi pasar BREN turun drastis menjadi Rp 1.100 triliun pada 31 Mei 2024 dari posisi kapitalisasi pasar BREN pada 22 Mei 2024 - sebelum suspensi dan FCA - yang senilai Rp 1.505 triliun. Alhasil, kapitalisasi pasar BREN telah menguap Rp 405 triliun.

Barito Renewables atau BREN juga terpaksa turun peringkat dalam daftar top 10 market cap di BEI. BREN yang semula di peringkat 1, kini berada di peringkat 2. Peringkat 1 kembali ditempati PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dengan kapitalisasi pasar mencapai Rp 1.129 triliun.

Founder Creative Trading System, Argha Jonatan Karo mengungkapkan, masuknya BREN ke papan pemantauan khusus dengan mekanisme perdagangan full call auction (FCA) berdampak besar pada IHSG.

“IHSG sempat naik di awal perdagangan (Jumat) ke level 7.100. Tapi 30 menit market berjalan, FCA dibuka, BREN langsung turun 10% otomatis. Tentunya itu memberatkan bahkan menjatuhkan IHSG,” kata Argha.

Dia pun memprediksi IHSG bakal terus tertekan selama 30 hari perdagangan saham BREN di papan pemantauan khusus dengan mekanisme FCA.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 46 menit yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 56 menit yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 2 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 3 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 9 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia