Kapitalisasi Bursa Menguap Rp 500 Triliun, Efek FCA BREN Besar
JAKARTA, investor.id – Kapitalisasi pasar (market cap) Bursa Efek Indonesia (BEI) menguap lebih dari Rp 500 triliun dalam sepekan. Hal itu efek dari turunnya kapitalisasi pasar PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), yang terkena penerapan mekanisme lelang berkala secara penuh atau Full Periodic Call Auction (FCA) akibat masuk papan pemantauan khusus (PPK).
Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 27-31 Mei 204, kapitalisasi pasar bursa terpangkas Rp 538 triliun atau 4,35% menjadi Rp 11.825 triliun dari Rp 12.363 triliun pada pekan lalu. Sedangkan kapitalisasi pasar BREN tergerus Rp 405 triliun.
Hal serupa juga terjadi pada indeks harga saham gabungan (IHSG) yang akhir pekan ini tergerus 3,48% ke level 6.970 dari 7.222 pada penutupan pekan lalu.
Pekan ini, rata-rata nilai transaksi harian naik 49% menjadi Rp 18,12 triliun dari Rp 12,16 triliun pada pekan lalu. Kenaikan juga terjadi pada rata-rata volume transaksi harian sebesar 34,4% menjadi 20,72 miliar saham dari 15,41 miliar saham. Sedangkan rata-rata frekuensi transaksi harian turun 0,79% menjadi 1,13 juta kali dari 1,14 juta kali.
Pada perdagangan Jumat (31/5/2024), investor asing mencatatkan transaksi jual bersih (net sell) sebesar Rp 66,58 miliar. Dengan demikian, sepanjang tahun berjalan ini, investor asing membukukan nilai net sell sebesar Rp 6,25 triliun.
FCA Saham BREN
Harga saham Barito Renewables (BREN) mengalami penurunan drastis hingga membentur batas auto reject bawah (ARB) selama tiga hari berturut-turut atau tiga hari periode perdagangan FCA BREN di papan pemantauan khusus.
Saham BREN telah terpangkas hampir 30% selama periode 29-31 Mei 2024. Rinciannya, BREN anjlok 10% pada perdagangan Rabu (29/5). Kemudian, terpangkas 9,8% pada Kamis (30/5) dan tergerus 9,8% pada Jumat (31/5).
Hal itu mengakibatkan kapitalisasi pasar BREN turun drastis menjadi Rp 1.100 triliun pada 31 Mei 2024 dari posisi kapitalisasi pasar BREN pada 22 Mei 2024 - sebelum suspensi dan FCA - yang senilai Rp 1.505 triliun. Alhasil, kapitalisasi pasar BREN telah menguap Rp 405 triliun.
Barito Renewables atau BREN juga terpaksa turun peringkat dalam daftar top 10 market cap di BEI. BREN yang semula di peringkat 1, kini berada di peringkat 2. Peringkat 1 kembali ditempati PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dengan kapitalisasi pasar mencapai Rp 1.129 triliun.
Founder Creative Trading System, Argha Jonatan Karo mengungkapkan, masuknya BREN ke papan pemantauan khusus dengan mekanisme perdagangan full call auction (FCA) berdampak besar pada IHSG.
“IHSG sempat naik di awal perdagangan (Jumat) ke level 7.100. Tapi 30 menit market berjalan, FCA dibuka, BREN langsung turun 10% otomatis. Tentunya itu memberatkan bahkan menjatuhkan IHSG,” kata Argha.
Dia pun memprediksi IHSG bakal terus tertekan selama 30 hari perdagangan saham BREN di papan pemantauan khusus dengan mekanisme FCA.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






