Minggu, 21 Juni 2026

Merdeka Copper (MDKA) Sang Raksasa Tembaga, Masih Perkasa?

Penulis : Jauhari Mahardhika
13 Jun 2024 | 19:00 WIB
BAGIKAN
Kegiatan usaha tambang PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA). (Foto: Perseroan)
Kegiatan usaha tambang PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA). (Foto: Perseroan)

JAKARTA, investor.id – Emiten pertambangan emas dan tembaga, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) mencatat rugi bersih US$ 15,2 juta pada kuartal I-2024, yang mencerminkan beban bunga lebih tinggi dibanding perkiraan dari utangnya yang sebesar US$ 1,5 miliar.

“Dari sisi operasional, pendapatan Merdeka Copper Gold pada kuartal I-2024 yang sebesar US$ 541 juta masih inline karena mencapai 25% dan 24% dari perkiraan kami dan konsensus tahun ini. Pendapatan tersebut tumbuh 0,8% (qoq),” tulis analis BRI Danareksa Sekuritas, Timothy Wijaya dalam risetnya.

Karena itu, BRI Danareksa Sekuritas menaikkan estimasi beban bunga Merdeka Copper Gold pada 2024-2025 menjadi US$ 102 juta dan US$ 83 juta dari sebelumnya US$ 61 juta dan US$ 52 juta. Kemudian, proyeksi laba bersih emiten berkode saham MDKA tersebut diturunkan masing-masing sebesar 74% dan 62%.

ADVERTISEMENT

“Sedangkan proyeksi kinerja operasional MDKA tidak berubah, karena kuartal I-2024 sesuai ekspektasi,” jelas Timothy.

Mengenai rugi bersih US$ 1,1 juta di tambang tembaga Wetar pada kuartal I-2024, MDKA mengindikasikan bahwa tambang tersebut kemungkinan hanya mencapai titik impas tahun ini, meskipun membukukan margin tunai positif pertama dalam kurun waktu lebih dari lima kuartal.

Di sisi lain, MDKA menyiratkan peningkatan biaya pada kuartal-kuartal berikutnya. Raksasa tembaga yang terafiliasi dengan PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) dan Garibaldi ‘Boy’ Thohir itu memberikan panduan biaya sebesar US$ 3,25-4/lb atau sekitar US$ 7.100-8.800/ton, dibandingkan dengan biaya pada kuartal I yang sebesar US$ 2,7/lb atau sekitar US$ 5.800/ton.

“Namun, tambang Wetar mengantisipasi tambahan volume penjualan dari penjualan bijih sebanyak 1 mtpa ke proyek acid, iron, metal (AIM), yang berpotensi menghasilkan US$ 15 juta per tahun dibandingkan pendapatan Wetar pada 2023 yang sebesar US$ 115 juta,” ungkap Timothy.

Rekomendasi dan Target Harga Saham 

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 15 menit yang lalu

BERITA POPULER: Saham Murah BMRI Diserok hingga Rencana MSCI 23 Juni

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari saham murah BMRI diserok hingga rencana MSCI pada 23 Juni soal status pasar modal Indonesia.
International 6 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 6 jam yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Lifestyle 6 jam yang lalu

Devin/Faathir Raih Final Perdana BWF Super 300 di Macau Open 2026, Hasil Nyata Pembinaan Berkelanjutan

Capaian ini menandai perkembangan signifikan pasangan muda yang selama ini disiapkan sebagai bagian dari regenerasi bulu tangkis Nasional.
International 6 jam yang lalu

Proyek Ambisius AI Kuras Kas, Investor Pantau Pasar Obligasi

Pembangunan pusat data AI kuras kas perusahaan teknologi. Investor kini wajib pantau suku bunga The Fed dan pasar obligasi global.
Business 6 jam yang lalu

Red Hat Dukung Pengembangan Agentic AI

Red Hat, penyedia solusi open source , baru-baru ini mengumumkan langkah inovatif yang signifikan pada portofolio  Red Hat AI untuk membantu menjembatani kesenjangan antara eksperimen AI dan kendali operasional di tingkat produksi.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia