Merdeka Copper (MDKA) Sang Raksasa Tembaga, Masih Perkasa?
MDKA juga akan meningkatkan kelayakan ekonomi proyek TB Copper dengan menjajaki peluang produksi tambang terbuka dalam lima tahun pertama operasional, melalui pengurangan kebutuhan modal di muka dan menghasilkan arus kas untuk proyek sub-level caving (SLC).
Adapun tambang gua SLC dan block cave (BC) menunjukkan hasil pengeboran positif yang menghasilkan konversi lebih dari 300 Mt (+71%) sumber daya tereka menjadi sumber daya terukur pada Maret 2024 (mengandung 4,5 Mt tembaga dan 16 Moz emas).
Dengan berbagai faktor tersebut, BRI Danareksa Sekuritas mempertahankan rating beli untuk saham MDKA. Target harga saham MDKA tetap sebesar Rp 3.100.
“Kami melihat potensi peningkatan dari proyek-proyek pertumbuhan utama dan bunga yang lebih tinggi pada kuartal I-2024 telah tercermin dalam asumsi kami mengenai WACC (weighted average cost of capital) atau biaya modal rata-rata tertimbang MDKA. Biaya utang 5,9% dan biaya ekuitas 10,5%,” pungkas Timothy.
Baca Juga:
HMSP Mau Lewat, GGRM Minggir DuluMeski demikian, BRI Danareksa Sekuritas tetap lebih memilih anak usaha MDKA, yaitu PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA), karena risiko bunga yang lebih rendah.
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






