Jumat, 15 Mei 2026

Sritex (SRIL) Blak-blakan soal Kinerja

Penulis : Jauhari Mahardhika
25 Jun 2024 | 14:40 WIB
BAGIKAN
Aktivitas pekerja garmen di pabrik PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL) atau Sritex. (Foto: Investor Daily/DAVID GITA ROZA)
Aktivitas pekerja garmen di pabrik PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL) atau Sritex. (Foto: Investor Daily/DAVID GITA ROZA)

JAKARTA, investor.id – Perusahaan tekstil terintegrasi, PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL) atau Sritex menggelar rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) untuk melaporkan kinerja keuangan tahun 2023 yang telah diaudit. Selama tahun 2023, Sritex membukukan penjualan konsolidasi sebesar US$ 325 juta dan rugi bersih US$ 174,8 juta.

Adapun penjualan Sritex pada 2023 turun 38% dibandingkan tahun 2022. Sedangkan rugi bersih membaik cukup signifikan sebesar 44% dibandingkan rugi bersih tahun 2022 yang sebesar US$ 395,6 juta.

Menurut manajemen Sritex, kinerja perseroan terdampak penurunan permintaan di tingkat global maupun domestik. Di tingkat global terjadi penurunan penjualan yang hampir merata, baik di kawasan Eropa, Asia, Amerika Serikat, Amerika Latin, UEA, dan Afrika.

ADVERTISEMENT

Dampak makro ekonomi, terutama suku bunga dan inflasi tinggi, serta kondisi geopolitik terkait perang Rusia-Ukraina serta perang Israel-Palestina menyebabkan penurunan tingkat permintaan, dimana masyarakat global lebih mengutamakan kepada kebutuhan pangan dan energi.

Selain itu, jalur pengiriman juga mengalami gangguan, yang mana biaya pengiriman meningkat karena jarak tempuh yang lebih jauh untuk menghindari Terusan Suez,” jelas manajemen Sritex (SRIL) dalam keterangan tertulis, Selasa (25/6/2024).

Melihat kondisi global yang mengalami penurunan permintaan, emiten berkode saham SRIL tersebut mengubah strateginya dengan memperbesar porsi penjualan domestik. Namun, hal itu terganggu dengan maraknya kegiatan impor pakaian ilegal, yang secara harga akan menjadi lebih murah karena tidak membayar pajak. Berbeda dengan perusahaan domestik yang taat membayar pajak sesuai aturan.

Sementara itu, tahun ini, inflasi global diperkirakan belum akan kembali ke periode sebelum pandemi dan perekonomian global diprediksi masih tertekan. Begitu pula dengan situasi geopolitik yang belum akan membaik.

“Karena itu, SRIL akan melakukan review dan evaluasi secara berkala atas strategi perseroan untuk memastikan adaptasi yang efektif terhadap perubahan-perubahan kondisi makro dan mikro ekonomi serta geopolitik,” sebut manajemen.

Setelah menggelar RUPST, SRIL pun melanjutkan dengan paparan publik yang memaparkan prioritas perseroan tahun ini, yang meliputi bidang umum, produksi dan pengadaaan, sumber daya manusia, serta pemasaran dan keuangan.

Strategi Bisnis Tahun Ini 

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Market 4 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 42 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 46 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 2 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 3 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia