Harga Batu Bara Bervariasi karena Sentimen yang Beragam
JAKARTA, investor.id – Harga batu bara bervariasi pada Selasa (9/7/2024), karena sentimen yang beragam.
Harga batu bara Newcastle untuk Juli 2024 naik US$ 0,2 di US$ 135,25 per ton. Sedangkan Agustus 2024 stagnan di US$ 136 per ton. Sementara itu, September 2024 melemah US$ 0,75 menjadi US$ 136,6 per ton.
Sementara itu, harga batu bara Rotterdam untuk Juli 2024 jatuh 1,5% menjadi US$ 103. Sedangkan, Agustus 2024 turun US$ 2,05 di US$ 104. Sementara itu, September 2024 terkoreksi US$ 2,2 menjadi US$ 105,5.
Dikutip dari BigMint, impor batu bara termal India mencapai lebih dari 95 juta ton (mnt) pada Januari-Juni 2024, meningkat sekitar 13% year on year (yoy). Impor batu bara non-kokas, atau termal, negara itu telah mencapai sekitar 176 mnt pada 2023. Penyebabnya adalah pembangkit listrik tenaga batu bara yang lebih tinggi di tengah gelombang panas. Sedangkan pembangki listrik tenaga air besar turun.
Kementerian Energi memperpanjang mandat bagi pembangkit listrik berbasis batu bara impor untuk beroperasi pada kapasitas penuh hingga 15 Oktober tahun ini guna memenuhi tingginya permintaan listrik yang diantisipasi pada bulan-bulan musim panas, dengan permintaan puncak yang diperkirakan akan melampaui 260 GW dibandingkan dengan 243 GW tahun lalu. Jadi, pembangkit listrik berbasis batu bara impor (ICB) harus bertahan dengan impor yang tinggi.
Produksi batu bara termal dalam negeri diperkirakan akan melampaui angka satu miliar ton tahun ini setelah mencapai level lebih dari 903 juta ton pada tahun anggaran 2023. Selain itu, datangnya musim hujan sejak akhir Juni dan seterusnya telah menyebabkan penurunan suhu dan, secara bersamaan, penurunan permintaan pendinginan.
Listrik Terbarukan
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now





