Harga Emas Bertahan di Atas Level US$ 2.400, Catat Kenaikan Mingguan Ketiga
NEW YORK, investor.id - Harga emas bertahan di atas level kunci US$ 2.400 per ons pada Jumat (12/7/2024), mencatat kenaikan mingguan ketiga berturut-turut. Hal itu karena para investor semakin yakin bahwa The Fed akan segera memangkas suku bunga.
Dikutip dari CNBC internasional, harga emas spot turun 0,1% menjadi US$ 2.411,57 per ons pada pukul 16:35 ET atau pukul 3.35 WIB. Bullion telah naik hampir 1% sepanjang minggu ini. Sementara itu, kontrak berjangka emas Amerika Serikat (AS) turun 0,2% menjadi US$ 2.416,7.
Harga emas melonjak ke level tertinggi sejak 22 Mei pada Kamis (11/7/2024), setelah adanya penurunan tak terduga pada harga konsumen AS. Data tersebut memperkuat pandangan bahwa tren disinflasi telah kembali dan meningkatkan harapan akan pemangkasan suku bunga oleh The Fed.
Analis pasar senior di Kitco Metals Jim Wyckoff menilai, penurunan harga emas terjadi karena adanya tekanan aksi profit taking, merupakan koreksi rutin setelah kenaikan yang solid. Laporan indeks harga produsen (producer price index/PPI) AS menunjukan angka lebih tinggi dari yang diharapkan dan menambah tekanan jual.
"Namun, jika melihat dari reaksi pasar saham dan pasar obligasi, angka PPI tidak benar-benar mengurangi laporan inflasi yang lebih rendah. Jadi peluang untuk pemangkasan suku bunga tahun ini tetap tinggi, mungkin secepatnya pada September," ungkap Wyckoff.
Harga produsen AS meningkat secara moderat pada Juni, semakin mengonfirmasi bahwa inflasi telah kembali ke tren menurun dan memperkuat kasus untuk pemangkasan suku bunga pada September.
Kini, pasar memperkirakan peluang 96% untuk pemangkasan suku bunga pada September, menurut CME FedWatch Tool. Suku bunga yang lebih rendah mengurangi biaya peluang memegang emas yang tidak menghasilkan imbal hasil.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






