HM Sampoerna (HMSP) juga Kena Downgrade, Tak Hanya Gudang Garam (GGRM)
JAKARTA, investor.id – Tak hanya PT Gudang Garam Tbk (GGRM), peringkat atau rating PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) juga diturunkan (downgrade), karena produsen rokok tier 1 masih menghadapi tantangan berat tahun ini.
BRI Danareksa Sekuritas mengungkapkan, kenaikan harga rokok terus membebani pertumbuhan volume penjualan. Berdasarkan survei, produk rokok HM Sampoerna mengalami penyesuaian harga jual rata-rata (average selling price/ASP) sebesar 8,4% ytd pada Juli 2024 dibandingkan 6,1% ytd pada kuartal I-2024.
Kenaikan harga rokok tersebut diyakini sebagai upaya untuk mengurangi dampak dari tarif cukai yang lebih tinggi. Pada 2019-2024, tarif cukai telah meningkat dengan CAGR (compounded annual growth rate/CAGR) sebesar 16% untuk sigaret kretek mesin (SKM) dan 6% untuk sigaret kretek tangan (SKT). Bandingkan dengan kenaikan upah minimum sebesar 4,9% pada periode yang sama.
“Kami juga mengamati bahwa kenaikan harga rokok selama 5 tahun terakhir, ditambah dengan pelemahan daya beli, terus menyebabkan peningkatan penjualan rokok ilegal secara bertahap,” tulis analis BRI Danareksa Sekuritas, Natalia Sutanto dan Sabela Nur Amalina dalam risetnya.
Di sisi lain, pemerintah baru nantinya kemungkinan menargetkan belanja fiskal yang lebih tinggi. Sebab itu, BRI Danareksa Sekuritas memperkirakan bahwa perubahan peraturan cukai 2025 tidak akan menguntungkan perusahaan rokok, terutama tier 1.
Sementara itu, hingga kuartal I-2024, HM Sampoerna mencatatkan volume penjualan sebanyak 20 miliar batang atau naik 1,6% yoy. Itu berarti pangsa pasar emiten berkode saham HMSP tersebut mencapai 27,5% dibandingkan 2023 yang sebesar 28,6% dan kuartal I-2023 sebesar 28,5%.
“Kami mempertahankan perkiraan pertumbuhan volume penjualan HMSP tahun ini, tetapi menurunkan proyeksi pertumbuhan volume pada 2025 menjadi 1,2% yoy dari sebelumnya 1,5% yoy,” ungkap Natalia.
Adapun dengan penurunan estimasi kenaikan ASP produk HMSP pada 2024 dan 2025 sebesar 10,8% dan 8,3% yoy dari sebelumnya 11,8% dan 8,2%, BRI Danareksa Sekuritas memprediksi pertumbuhan pendapatan HMSP pada 2024 dan 2025 masing-masing sebesar 11% dan 9,6% yoy.
Baca Juga:
Gambaran Performa GOTO pada Semester IDi tengah tekanan terhadap daya beli yang terus berlanjut, BRI Danareksa Sekuritas mengantisipasi peningkatan kontribusi produk-produk bernilai HMSP, yang dapat menyebabkan penurunan gross profit margin (GPM) 2024-2025 sebesar 20 bps menjadi 16,5% dibandingkan tahun 2023 yang sebesar 16,7%.
“Secara keseluruhan, kami memangkas perkiraan laba inti HMSP pada 2024 dan 2025 masing-masing sebesar 2,5% dan 0,5% menjadi Rp 8,2 triliun (tumbuh 1,5% yoy) dan Rp 8,9 triliun (naik 8,4% yoy),” sebut Natalia.
Rekomendasi dan Target Harga Saham
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






