Preview Kinerja Astra (ASII) Semester I dan Potensi Sahamnya
JAKARTA, investor.id – Laba bersih segmen otomotif PT Astra International Tbk (ASII) pada semester I-2024 diprediksi lesu atau turun 17% yoy, karena penjualan mobil lemah. Pendapatan di segmen tersebut dan operating profit (OP) juga diperkirakan turun masing-masing sebesar 13% dan 45% yoy.
Pendapatan segmen otomotif Astra dan OP pada semester I-2024 ditaksir mencapai 49% dan 53% dari estimasi BRI Danareksa Sekuritas tahun ini. Bandingkan dengan musiman semester I yang sebesar 47% dan 49-61%.
“Menurut kami, pendapatan segmen otomotif dan OP pada semester I-2024 masih sejalan dengan tren musiman, karena volume penjualan mobil yang lemah kemungkinan sebagian diimbangi oleh volume penjualan sepeda motor yang lebih kuat atau hanya turun 1% yoy,” tulis analis BRI Danareksa Sekuritas, Richard Jerry dan Christian Sitorus dalam risetnya.
BRI Danareksa Sekuritas memperkirakan pendapatan Astra yang lebih kuat pada semester II-2024, didorong oleh penjualan mobil. Sedangkan penjualan sepeda motor diprediksi melambat, karena standar penjaminan dalam pembiayaan motor diyakini lebih ketat.
Margin otomotif emiten berkode saham ASII tersebut ditaksir mencapai 1,7% pada kuartal II-2024 dibandingkan kuartal I-2024 yang sebesar 1,5%, karena tidak ada perubahan besar dalam bauran produk mobil pada kuartal II-2024, meski angka penjualan mobil lebih lemah. Di sisi lain, diskon relatif terbatas karena tingkat persediaan yang sehat.
Di segmen keuangan, pendapatan dan OP berpeluang tumbuh 12% dan 18% yoy pada semester I-2024. Alhasil, pendapatan segmen keuangan dan OP tersebut ditaksir sekitar 51% dan 55% dari estimasi BRI Danareksa Sekuritas tahun ini. Taksiran itu lebih tinggi dari perkiraan musiman yang sebesar 48% dan 46%.
Rekomendasi dan Target Harga Saham
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






