Preview Kinerja Astra (ASII) Semester I dan Potensi Sahamnya
Sementara itu, segmen alat berat via PT United Tractors Tbk (UNTR) diyakini bakal memberikan kontribusi yang kuat terhadap laba ASII pada semester I-2024, dengan pendapatan kuartal II-2024 turun 0,5% qoq dan OP meningkat 25% qoq. Alhasil, pencapaian itu ditaksir sekitar 55% dan 57% dari estimasi BRI Danareksa Sekuritas tahun ini. Bandingkan dengan musiman yang sebesar 50% dan 47%.
“Secara keseluruhan, kami memperkirakan pendapatan, OP, dan net profit (NP) konsolidasi ASII pada semester I-2024 turun masing-masing sebesar 7%, 3%, dan 7%. Namun, itu diprediksi mencapai 51%, 55%, dan 54% dari estimasi kami (konsensus 49%, 58%, dan 54%), lebih tinggi dibandingkan musiman yang sebesar 48%, 48%, dan 50%,” ungkap Richard.
Pada semester II-2024, terkait bisnis otomotif ASII, BRI Danareksa Sekuritas memprediksi pertumbuhan penjualan mobil sebesar 12% dibandingkan semester I-2024. Hal itu sejalan dengan volume musiman semester II yang sekitar 53% dari volume penjualan sepanjang tahun. Peluncuran mobil model baru, misalnya produk facelift Toyota, akan menjadi faktor pendukung.
Dengan berbagai faktor yang ada, BRI Danareksa Sekuritas kembali menegaskan rating beli untuk saham ASII. Target harga saham ASII sebesar Rp 5.100.
Saat ini, ASII diperdagangkan pada P/E sebesar 5,6 kali atau standar deviasi -1,5 dari rata-rata 8 tahun, yang menyiratkan bahwa pelemahan laba sudah diperhitungkan (priced in). Risiko utamanya jika tidak ada model baru yang signifikan pada semester II-2024 dan penetrasi pasar yang agresif dari mobil China.
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






