Minggu, 21 Juni 2026

Saham Batu Bara Kembali Menyala, Bakal Makin Panas?

Penulis : Jauhari Mahardhika
22 Jul 2024 | 18:00 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi batu bara. (Image By maniacvector on Freepik)
Ilustrasi batu bara. (Image By maniacvector on Freepik)

Sementara itu, BRI Danareksa Sekuritas mengungkapkan bahwa harga batu bara Newcastle, ICI3, dan ICI4 rata-rata sebesar US$ 130, US$ 76, dan US$ 56 per ton selama periode year to date (ytd) atau low season. Harga tersebut sekitar 2-8% di atas perkiraan tahun ini.

Analis BRI Danareksa Sekuritas, Erindra Krisnawan dan Christian Sitorus yakin harga batu bara yang tahan banting itu didukung oleh supply dan demand yang lebih baik, di tengah kuatnya permintaan dan pasokan yang lebih ketat dari Indonesia.

“Dengan tingkat persediaan di China dan India yang menunjukkan kemungkinan penurunan permintaan musiman pada Juni 2024, kami melihat potensi rebound harga batu bara yang lebih kuat pada musim dingin kuartal IV-2024. Karena itu, proyeksi kami untuk harga batu bara 2024-2025 naik,” tulis Erindra dalam risetnya.

ADVERTISEMENT

Dari sisi permintaan, impor batu bara oleh China dan India naik kencang, masing-masing sebesar 12% dan 11% yoy pada Januari-Mei 2024. Sedangkan pasokan dari eksportir utama, yaitu Indonesia dan Australia, tumbuh lebih lambat dari perkiraan, yakni sebesar 4% yoy dan -7% yoy.

Lebih lanjut, BRI Danareksa Sekuritas menaikkan asumsi harga batu bara 2024-2025 sebesar 8-20% dan harga dalam jangka panjang menjadi US$ 100 per ton dibandingkan sebelumnya US$ 90 per ton. “Dengan demikian, kami meningkatkan perkiraan laba dan target harga saham para emiten penambang batu bara pada 2024 dan 2025 sebesar 8,7% dan 32,3%,” sebut Erindra.

BRI Danareksa Sekuritas juga menaikkan rating sektor batu bara menjadi overweight dari sebelumnya netral. Pilihan utama jatuh ke saham PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) dan PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG).

Rekomendasi untuk saham ADRO adalah buy dengan target harga Rp 3.770. Begitu juga dengan saham ITMG, rekomendasinya buy dan target harga Rp 31.300. ADRO dan ITMG diyakini bakal lebih diuntungkan dari kenaikan harga ekspor. Risiko utamanya jika pasokan di Indonesia pulih dan pelemahan permintaan China.

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 54 menit yang lalu

BBCA Dijagokan Lagi, Dana Besar Masuk

Saham BBCA (BCA) kembali dijagokan untuk perdagangan selanjutnya. Target harga saham BBCA tinggi. Dana besar masuk!
Business 1 jam yang lalu

KEK Industropolis Batang Jadi Magnet Investasi Global, Pimpin Transisi Industri Hijau

KEK Industropolis Batang jadi magnet investasi global, yang berada di jalur tepat untuk memimpin transisi industri hijau di Asia Tenggara.
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Saham Murah BMRI Diserok hingga Rencana MSCI 23 Juni

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari saham murah BMRI diserok hingga rencana MSCI pada 23 Juni soal status pasar modal Indonesia.
International 7 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 8 jam yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Lifestyle 8 jam yang lalu

Devin/Faathir Raih Final Perdana BWF Super 300 di Macau Open 2026, Hasil Nyata Pembinaan Berkelanjutan

Capaian ini menandai perkembangan signifikan pasangan muda yang selama ini disiapkan sebagai bagian dari regenerasi bulu tangkis Nasional.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia