Mimpi Apa Holder Saham Ini yang Beli di Awal Tahun? Cuannya Bisa 2.500%
JAKARTA, investor.id - Saham PT Meratus Jasa Prima Tbk (KARW) tak terbendung dengan kembali mencetak kenaikan 9,88% mentok auto reject atas (ARA) ke Rp 1.335 pada perdagangan 6 Agustus 2024 sebelum jeda siang.
Saham KARW dicatatkan di papan pemantauan khusus full call auction (FCA). Bursa Efek Indonesia (BEI) telah membuka suspensi perdagangan saham Meratus Jasa Prima (KARW) pada 30 Juli 2024. Dan sejak itu saham ini selalu ARA.
BEI sebelumnya menjatuhkan suspensi terhadap perdagangan saham Meratus Jasa Prima (KARW) mulai sesi I perdagangan 17 Juli 2024. Suspensi dikenakan lantaran terjadi peningkatan harga kumulatif yang signifikan atas saham KARW.
Jika diakumulasikan dari awal tahun (year to date/ytd), saham KARW telah melambung 2.517,65% dari Rp 51 alias dari area gocap. Siapa yang bisa sangka dulu?
Apabila ada yang beli saham KARW di awal tahun dan hold, maka memiliki potensi gain sedahsyat itu. Mimpi apa dulu mereka?
Grup Meratus
KARW sendiri telah resmi diakuisisi Grup Meratus. Sehingga namanya pun berubah menjadi Meratus Jasa Prima dari ICTSI Jasa Prima.
KARW bergerak dalam bidang jasa bongkar muat, serta pengembangan, pembangunan dan pengoperasian fasilitas infrastruktur maritim dan layanan terkait. Per 1 Februari 2024, emiten ini mengalami perubahaan pengendalian karena diakuisisi oleh Grup Meratus.
Hal tersebut disebabkan telah dialihkannya 80,19% saham KARW oleh ICTSI Far East Pte Ltd (penjual) kepada PT Saranakelola Investa (pembeli) atau Grup Meratus.
Baca Juga:
Badai Mereda, ADRO Cs BangkitSaranakelola Investa juga melakukan penawaran tender wajib atau tender offer.
Jumlah saham dalam penawaran tender wajib dilakukan atas sebanyak-banyaknya 116.322.200 saham yang dimiliki oleh pemegang saham yang ditawarkan atau setara dengan sebanyak-banyaknya 19,81%. Harga yang ditawarkan harga penawaran tender adalah Rp 66.
Disebutkan dalam materi paparan publik insidental KARW bahwa masa penawaran tender wajib ini berlangsung dari 3 April 2024 sampai dengan 2 Mei 2024.
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now





