Jumat, 15 Mei 2026

Waspada Pasar Melemah, Pemodal Malah Bisa Cuan dari Tiga Saham

Penulis : Indah Handayani
8 Aug 2024 | 08:46 WIB
BAGIKAN
Bursa Efek Indonesia (BEI). (Foto Antara/Sigid Kurniawan)
Bursa Efek Indonesia (BEI). (Foto Antara/Sigid Kurniawan)

JAKARTA, investor.id - Ajaib Sekuritas memprediksi Indek harga saham gabungan (IHSG) melemah pada Kamis (8/8/2024). IHSG hari ini diperkirakan bergerak pada rentang 7.170-7.260. Perusahaan efek itu merekomendasikan pemodal malah bisa cuan dari tiga saham, salah satunya AMRT.

Ajaib Sekuritas mengatakan, sentimen yang mempengaruhi pergerakan IHSG hari ini antara lain, dari dalam negeri, IHSG kembali terapresiasi dalam dua hari beruntun. Kenaikan IHSG sejalan dengan inflow investor asing di pasar ekuitas domestik sebesar Rp 341 miliar. Inflow asing yang perlahan masuk kembali, tercermin dari beli bersih secara year to date (ytd) sebesar US$ 42 miliar.

“Hal itu sejalan dengan ekspektasi pelaku pasar terhadap pemangkasan suku bunga The Fed,” tulis Ajaib Sekuritas dalam risetnya, Kamis (8/8/2024).

ADVERTISEMENT

Sementara, Bank Indonesia (BI) melaporkan Cadangan Devisa (Cadev) sebesar US$ 145,4 miliar pada Juli 2024. Perolehan tersebut lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya sebesar US$ 140,2 miliar. Naiknya Cadev diakibatkan oleh penerbitan sukuk global pemerintah, serta penerimaan pajak dan jasa.

“Secara keseluruhan, posisi Cadev berada di atas standar kecukupan internasional,” papar Ajaib Sekuritas

Dari mancanegara, Ajaib Sekuritas mengatakan, ketiga indeks utama bursa Wall Street kembali dilanda aksi profit taking Pelaku pasar menantikan pidato Ketua The Fed Jerome Powell di acara simposium ekonomi Jackson Hole pekan depan. Pelaku pasar mencermati aset yang lebih rendah risiko.

“Tercermin dari lelang obligasi AS pekan ini menarik permintaan yang lebih kuat diikuti ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed dalam waktu dekat,” papar Ajaib Sekuritas.

Dari Asia, Ajaib Sekuritas mengatakan, neraca dagang China pada Juli 2024 tercatat surplus US$84,65 miliar atau lebih tinggi dari bulan yang sama di tahun 2023 sebesar US$ 80,22 miliar. Tingkat ekspor tumbuh 7% yoy, sementara impor tumbuh 7,2% yoy. “Naiknya impor mengindikasikan konsumsi domestik yang mulai meningkat,” tambah Ajaib Sekuritas.

Ajaib Sekuritas merekomendasikan pemodal malah bisa cuan dari tiga saham, yaitu:

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 1 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 1 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 2 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 2 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 3 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 3 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia