Jumat, 15 Mei 2026

Kontrak Baru WTON vs WSBP

Penulis : Muawwan Daelami
8 Aug 2024 | 09:44 WIB
BAGIKAN
Produk beton berupa tiang pancang yang diproduksi Waskita Beton Precast. Foto/WSBP
Produk beton berupa tiang pancang yang diproduksi Waskita Beton Precast. Foto/WSBP

JAKARTA, investor.id –PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON) alias WIKA Beton dan PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) mengumumkan perolehan kontrak baru hingga semester I-2024. Hasilnya, kontrak baru WTON unggul 60% ketimbang WSBP.

Sampai Juni 2024, WTON mengantongi omzet kontrak baru sebesar Rp 3,36 triliun, terkikis 11,81% dibanding periode sama tahun sebelumnya sebesar Rp 3,81 triliun. Sedangkan, WSBP meraup nilai kontrak baru (NKB) sebesar Rp 1,36 triliun, tumbuh 40% dari sebelumnya sebesar Rp 957 miliar.

Direktur Keuangan, Human Capital & Manajemen Risiko WIKA Beton, Syailendra Ogan, menerangkan, mayoritas atau sekitar 70% postur omzet kontrak baru WIKA Beton berasal dari pihak swasta dan tidak lebih dari 10% bersumber dari induk, sisanya bersumber dari perusahaan BUMN lain dan pemerintah.

ADVERTISEMENT

Struktur tersebut menunjukkan WIKA Beton tidak memiliki eksposur ketergantungan yang besar kepada induk. Karena itu, tegas Ogan, sekalipun PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) kemarin-kemarin menghadapi restrukturisasi, hal tersebut tidak berdampak signifikan kepada WTON.

“WIKA Beton itu sudah stand alone. Jadi, apa yang terjadi di induk tidak berpengruh signifikan kepada kami. Kami juga sudah buktikan sampai Juni 2024 masih menunjukkan performa bisnis dan keuangan yang baik,” ungkap dia di acara media gathering, Rabu (7/8/2024).

Bahkan, pada Juli 2024, WIKA Beton bersama kreditur perbankan sudah bersepakat untuk memperpanjang kredit sekitar Rp 4 triliun. Artinya, Ogan kembali menegaskan, persoalan yang menimpa WIKA selaku induk bukan menjadi isu bagi WIKA Beton.

Adapun rincian kontrak baru WTON sampai enam bulan pertama tahun ini terdiri dari sektor infrastruktur sebesar 79,84%, sektor industri sebesar 7,35%, properti sebesar 6,68%, dan sisanya berasal dari sektor kelistrikan, energi, dan tambang yang masing-masing menyumbang sebesar 5,69%, 0,43%, dan 0,01%.

Sementara dilihat dari sisi segmentasi kepemilikan didominasi oleh pelanggan swasta sebesar 78,33%, disusul perusahaan BUMN lain sebesar Rp 18,03%, perusahaan induk WIKA sebesar 2,64%, afiliasi WIKA sebesar 0,57%, dan pemerintah sebesar 0,43%.

Di sisi lain, WSBP mengoleksi NKB sejumlah Rp 1,36 triliun pada semester I-2024, atau mencerminkan 55% dari target NKB tahunan WSBP yang sebesar Rp 2,5 triliun.

Komposisi proyek yang diraih WSBP tersebut sebagian besar berasal dari pelanggan eksternal (pemerintah, BUMN/BUMD dan perusahaan swasta lainnya) sebesar 62%, serta dilengkapi perolehan proyek dari internal PT Waskita Karya Tbk selaku induk sebesar 38%.

“Dengan nilai NKB yang telah mencapai target di periode ini, kami optimistis dapat memenuhi target akhir tahun. Mengingat, kondisi pasar di semester pertama biasanya menantang untuk mencapai kontrak, pencapaian ini adalah bukti kemampuan WSBP untuk mengatasi tantangan pasar,” ujar Sekretaris Perusahaan WSBP Fandy Dewanto.

Editor: Muawwan Daelami

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 24 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 35 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 39 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia