Minggu, 21 Juni 2026

Obligasi Daerah Dapat Menjadi Alternatif Pendanaan Belanja Modal Pemerintah

Penulis : Arnoldus Kristianus
13 Aug 2024 | 19:14 WIB
BAGIKAN
nvestor Daily Round Table
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa, menjadi pembicara saat Investor Daily Round Table, Jakarta, Selasa (13/8/2024).
nvestor Daily Round Table Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa, menjadi pembicara saat Investor Daily Round Table, Jakarta, Selasa (13/8/2024).

JAKARTA, investor.id - Belanja modal menjadi salah satu mesin pertumbuhan ekonomi. Karena itu, dana yang dikeluarkan dari hasil belanja modal harus memberikan daya dorong maksimal terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.  Pemerintah pusat juga mendorong agar sumber pendanaan untuk belanja modal tidak hanya berasal dari APBN dan APBD tetapi juga bisa berasal dari obligasi daerah.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Suharso Monoarfa mengatakan, ke depan harus ada terobosan agar pemerintah pusat maupun daerah bisa menggunakan obligasi daerah sebagai instrumen pendanaan dalam alokasi belanja modal.

“Ke depan bukan hanya di tingkat nasional tetapi juga di daerah cara berpikir juga harus diubah. Kalau mereka tidak mampu mengadakan belanja modal yang signifikan maka bagaimana belanja modal diperoleh dari cara pendanaan, Kalau pendanaan maka banyak hal yang bisa dilakukan,” ucap Suharso dalam acara Investor Daily Roundtable di Hotel Mulia pada Selasa (13/8/2024).

ADVERTISEMENT

Suharso berpesan agar para kepala daerah tidak hanya menggunakan dana dari anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) dan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD), juga menggunakan sejumlah instrumen pendanaan lain. Khususnya untuk membiayai belanja yang terkait dengan pertumbuhan ekonomi.

“Obligasi daerah akan menumbuhkan dan memperdalam struktur pasar keuangan,” terang Suharso.

Sebelumnya, Dirjen Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan Luky Alfirman mengatakan pada tahun 2024 ada dua pemerintah daerah yang telah menyampaikan rencana penerbitan obligasi daerah dan sukuk daerah pada tahun 2025, yaitu Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat.

“Selain itu ada beberapa pemerintah daerah lain yang mulai menunjukkan ketertarikan untuk menerbitkan obligasi/sukuk daerah,” kata Luky.

Luky mengatakan pemerintah daerah memiliki peluang besar untuk melaksanakan pembiayaan utang daerah, khususnya penerbitan obligasi daerah dan sukuk daerah masih sangat besar.

Belanja APBN dan APBD tidak mampu menyediakan seluruh kebutuhan pendanaan infrastruktur daerah. Obligasi dan sukuk daerah menjadi salah satu alternatif pembiayaan di daerah yang dapat menjadi sumber pendanaan pembangunan infrastruktur di daerah.

“Khususnya bagi daerah dengan kemampuan dan kapasitas fiskal yang cukup baik,” imbuh Luky.

Editor: Maswin

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 9 menit yang lalu

BERITA POPULER: Saham Murah BMRI Diserok hingga Rencana MSCI 23 Juni

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari saham murah BMRI diserok hingga rencana MSCI pada 23 Juni soal status pasar modal Indonesia.
International 5 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 6 jam yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Lifestyle 6 jam yang lalu

Devin/Faathir Raih Final Perdana BWF Super 300 di Macau Open 2026, Hasil Nyata Pembinaan Berkelanjutan

Capaian ini menandai perkembangan signifikan pasangan muda yang selama ini disiapkan sebagai bagian dari regenerasi bulu tangkis Nasional.
International 6 jam yang lalu

Proyek Ambisius AI Kuras Kas, Investor Pantau Pasar Obligasi

Pembangunan pusat data AI kuras kas perusahaan teknologi. Investor kini wajib pantau suku bunga The Fed dan pasar obligasi global.
Business 6 jam yang lalu

Red Hat Dukung Pengembangan Agentic AI

Red Hat, penyedia solusi open source , baru-baru ini mengumumkan langkah inovatif yang signifikan pada portofolio  Red Hat AI untuk membantu menjembatani kesenjangan antara eksperimen AI dan kendali operasional di tingkat produksi.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia