Penerimaan Pajak Tumbuh 20,7%, Airlangga: Jadi Amunisi Jaga Daya Beli Kelas Menengah
JAKARTA, investor.id – Pemerintah optimistis tren positif penerimaan pajak pada triwulan I-2026 akan menjadi daya ungkit tersendiri bagi ekonomi nasional, khususnya dalam memperkuat konsumsi rumah tangga. Peningkatan pendapatan negara ini dialokasikan untuk menyokong berbagai program perlindungan sosial guna menjaga daya beli masyarakat kelas menengah di tengah dinamika ekonomi.
Berdasarkan data Kementerian Keuangan, realisasi penerimaan pajak hingga 31 Maret 2026 mencapai Rp 394,8 triliun atau tumbuh signifikan sebesar 20,7% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini melengkapi performa impresif pada dua bulan pertama tahun ini yang tumbuh konsisten di angka 30%.
“Dengan kenaikan pendapatan ini tentu kita optimis kita bisa jaga daya beli kelas menengah. Terutama melalui program-program seperti PKH (Program Keluarga Harapan),” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, dalam Investor Daily Roundtable di Hotel Mulia, Jakarta, Selasa (28/4/2026).
Hingga akhir Maret 2026, total pendapatan negara tercatat sebesar Rp 574,9 triliun. Di sisi lain, belanja negara juga terserap secara agresif mencapai Rp 815 triliun, tumbuh 31,4% yoy. Meski belanja meningkat, Airlangga memastikan postur fiskal tetap dalam koridor aman.
“Defisit masih kita jaga, rasio utang juga masih kita jaga,” tegasnya.
Perhatian khusus pada konsumsi rumah tangga menjadi penting, mengingat sumbangannya sebesar 53,88% terhadap pertumbuhan ekonomi tahun 2025. Salah satu langkah konkret yang telah dilakukan adalah penyaluran Paket Stimulus Ekonomi I-2026, termasuk bantuan pangan berupa beras 10 kg dan minyak goreng 2 liter saat momentum Idulfitri lalu.
“Kemarin saat Idulfitri kita berikan bantuan beras maupun minyak goreng sehingga inflasi terjaga dan harga aman. Nah pada saat pemerintahan Pak Presiden Prabowo ini kita 2 kali lebaran seluruhnya aman dan mulus,” tutur Airlangga.
Selain bantuan langsung, pemerintah memperluas bantalan ekonomi bagi masyarakat kategori desil 1 hingga desil 6 melalui penguatan Sumber Daya Manusia (SDM). Fokus utama tahun ini adalah program vokasi nasional yang terintegrasi langsung dengan industri.
“Tahun ini kita akan dorong untuk vokasi. Kemarin Bapak Presiden (Prabowo Subianto) minta pelatihan vokasi langsung dengan industrinya. Angkanya minta ditingkatkan ke 300 ribu. Jadi dengan berbagai angka ini juga bisa menjadi bantalan untuk menjaga kelas menengah kita,” pungkas Airlangga.
Editor: Prisma Ardianto
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






