United Tractors (UNTR) Incar Tambang Mineral hingga ke Luar Negeri
JAKARTA, investor.id – PT United Tractors Tbk (UNTR) menegaskan akan terus mencari tambang potensial untuk diakuisisi, baik di dalam maupun luar negeri. Anak usaha Grup Astra ini mengaku tengah mencari tambang mineral seperti nikel, emas, tembaga, hingga litium, yang bisa diakuisisi guna mendongrak kontribusi bisnis non-batu bara menjadi 50% dalam lima tahun ke depan.
Saat ini, ketergantungan pendapatan United Tractors dari bisnis batu bara masih cukup tinggi mencapai 65%, baik dari sektor kontraktor batu bara maupun pertambangan batu bara. Diharapkan dalam lima tahun ke depan, kontribusi dari bisnis batu bara dan non-batu bara menjadi imbang.
Direktur United Tractors, Iwan Hadiantoro mengatakan bahwa dalam lima tahun terakhir, United Tractors telah menyusun strategi untuk diversifikasi usaha ke dua sektor, yakni pertambangan mineral (non-batu bara) dan bisnis energi baru terbarukan (EBT) atau renewables energy.
“Strategi ini cukup berhasil, di mana pada 2023, kami sudah melakukan investasi di beberapa tambang nikel. Ke depan, peluang di dua sektor ini masih terbuka lebar. Kami juga mulai melihat peluang investasi di luar negeri. Kami jajaki hal tersebut, dengan fokus masih sama, yaitu tambang mineral,” kata Iwan dalam Public Expose Live 2024, Jumat (30/8/2024).
Iwan mengungkapkan, bisnis pertambangan non-batu bara yang menjadi fokus perseroan di antara nikel (termasuk pengolahannya), emas, tembaga, litium, dan mineral lainnya. Untuk energi terbarukan, emiten berkode saham UNTR tersebut juga akan terus membesarkannya.
“Walaupun sekarang portofolio kami di renewables energy masih kecil, kami yakin bahwa ini adalah strategi yang tepat, sejalan dengan kebijakan Pemerintah Indonesia untuk beralih dari bahan bakar yang berbasis fosil menjadi energi terbarukan ke depannya,” tutur dia.
Iwan menegaskan, meski tengah berfokus pada sektor pertambangan mineral dan energi baru terbarukan, perseroan tidak akan melepaskan bisnis batu bara ke depannnya. UNTR akan tetap mengoptimalkan proses produksi atas tambang-tambang yang dimiliki sekarang, hingga tambang tersebut selesai konsesinya.
“Dua tambang batu bara perseroan diperkirakan habis konsesi pada tahun 2040 dan 2042. Diharapkan saat konsesi itu selesai, semua cadangan yang dimiliki itu sudah berhasil kami produksi, sehingga tidak perlu untuk memperpanjang konsesi. Dan tentunya itu sejalan dengan arah kebijakan net zero emission Pemerintah Indonesia pada 2060,” jelas dia.
Akuisisi Perusahaan Pengelola Hutan
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






