Jumat, 15 Mei 2026

Arah IHSG dan Cara Cuan Maksimal dari BBRI hingga ASII

Penulis : Jauhari Mahardhika
1 Sep 2024 | 15:33 WIB
BAGIKAN
Investor melihat pergerakan saham melalui monitor. (Investor Daily/David Gita Roza)
Investor melihat pergerakan saham melalui monitor. (Investor Daily/David Gita Roza)

JAKARTA, investor.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) masih diselimuti sentimen positif, namun pemodal tetap mesti mewaspadai aksi ambil untung (profit taking) dalam sepekan ke depan.

“IHSG secara teknikal sempat uji target level pola flag di 7.700 sebelum berbalik pada Jumat (30/8). IHSG diperkirakan bergerak dalam rentang 7.600-7.730,” tulis Phintraco Sekuritas dalam ulasannya, yang dikutip pada Minggu (1/9/2024).

Menurut broker itu, level 7.730 menjadi level tertinggi (resistance) IHSG, sedangkan 7.600 merupakan level terendah (support), dengan pivot di posisi 7.650.

ADVERTISEMENT

Secara sentimen, dari luar negeri, indeks-indeks Wall Street menutup bulan Agustus dengan hasil positif. Wall Street mencatatkan penguatan bulanan keempat berturut-turut pada Agustus 2024.

Sentimen utama masih serupa dengan pekan-pekan sebelumnya, yaitu antisipasi pemangkasan suku bunga acuan The Fed pada FOMC September 2024. Adapun realisasi PCE Price Index di 2,5% yoy pada Juli 2024 yang lebih rendah dari perkiraan (2,6% yoy) membuka peluang pemangkasan suku bunga yang lebih agresif pada September 2024.

Dari Eropa, inflasi (flash) zona euro turun menjadi 2,2% yoy pada Agustus 2024 dari 2,6% yoy pada Juli 2024. Dari regional Asia, China mengalami penurunan indeks manufaktur (NBS) ke 49,1 pada Agustus 2024 dari 49,4 pada Juli 2024. Dengan data tersebut, kondisi manufaktur China berada pada fase kontraksi selama 4 bulan berturut-turut sejak Mei 2024.

Dari dalam negeri, pasar berharap indeks manufaktur Indonesia di Agustus 2024, yang akan dirilis pada 2 September, kembali ke kondisi ekspansif. Sedangkan inflasi diperkirakan stabil sebesar 2,12% yoy pada Agustus 2024. “Secara umum, kondisi ekonomi domestik relatif masih solid sampai dengan Agustus 2024,” sebut Phintraco Sekuritas.

Sebab itu, Phintraco Sekuritas menetapkan beberapa saham sebagai pilihan teratas, yaitu BBRI, BBNI, BMRI, BBCA, ISAT, BRPT, SMGR, dan INCO.

Cara Cuan Maksimal dari BBRI hingga ASII 

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 15 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia