Sabtu, 4 April 2026

Low Tuck Kwong Caplok Perusahaan Sawit

Penulis : Eva Fitriani
3 Sep 2024 | 19:43 WIB
BAGIKAN
Low Tuck Kwong. (Forbes)
Low Tuck Kwong. (Forbes)

JAKARTA, investor.id - Konglomerat Low Tuck Kwong melalui PT Bayan Resources Tbk (BYAN) dan perusahaan terkendali milik perseroan, PT Bayan Energy mengakuisisi 100% saham PT Enggang Alam Sawita senilai Rp 105,15 miliar. Akuisisi perusahaan perkebunan sawit di Kalimantan ini, dilakukan perseroan pada akhir bulan lalu.

“Pada 30 Agustus 2024, telah ditandatangani perjanjian pembelian saham antara perseroan, Bayan Energy, PT Berau Utama Berkatsetia, dan NPC Resources Berhad, di mana disepakati perseroan dan perusahaan terkendalinya, Bayan Energy mengambilalih saham Enggang Alam Sawita dari pemegang sahamnya, PT Berau Utama Berkatsetia masing masing sebesar 99% dan 1%,” kata Direktur Bayan Resources Jenny Quantero dalam keterangannya, Selasa (3/9/2024).

Jenny mengungkapkan, Enggang Alam Sawita merupakan perusahaan terbatas yang begerak di bidang perkebunan yang memiliki lahan berada dalam dan bersebelahan dengan konsesi tambang beberapa anak usaha perseroan.

Advertisement

“Transaksi ini bertujuan untuk keperluan investasi dan juga untuk menunjang kelancaran atas kegiatan operasional grup usaha perseroan, dengan adanya penguasaan terhadap area konsesi tambang dan lahan perkebunan,” jelas dia.

Selain mengakuisisi seluruh saham Enggang Alam, kata Jenny, BYAN juga memberikan pinjaman kepada Enggang Alam Sawita senilai Rp 159,27 miliar.

Jenny menegaskan, dengan dilakukannya pengambilalihan ini, akan menjamin kelancaran atas kegiatan operasional dari grup usaha BYAN dan tidak ada dampak material yang merugikan, yang ditimbulkan terhadap perseroan dengan pengambialihan saham Enggang Alam Sawita, baik terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, dan keberlangsungan usaha perseroan.

Baru-baru ini, Low Tuck Kwong - pemilik Bayan Resources (BYAN) - yang merupakan salah satu orang terkaya di Indonesia - menghibahkan 7,33 miliar (22%) saham Bayan Resources (BYAN) kepada anaknya, yakni Elaine Low.

Berdasarkan The Real-Time Billionaires List dari Forbes, diakses pada 3 September malam, Low Tuck Kwong masih ada di nomor 4 orang terkaya RI dengan kekayaan bersih US$ 23,9 miliar (sekitar Rp 372,4 triliun).

Sebelumnya sempat terjadi transaksi super jumbo saham Bayan dengan kode BYAN di pasar negosiasi BEI pada 28 Agustus 2024.

Jumlah yang ditransaksikan di pasar negosiasi BEI itu sebanyak 7,33 miliar saham BYAN di harga rata-rata Rp 13.888/saham. Sehingga nilai keseluruhan transaksi mencapai Rp 101,84 triliun.

Jenny Quantero akhirnya memberikan penjelasan. Dia mengungkapkan transaksi di pasar negosiasi tersebut dilatarbelakangi hubungan keluarga antara orang tua dan anak.

Di mana pemegang saham utama dan pengendali perseroan yaitu Low Tuck Kwong sebagai ayah ingin mengalihkan atau menghibahkan sebagian saham-sahamnya kepada anaknya yang bernama Elaine Low. Adapun tujuannya adalah perencanaan suksesi jangka panjang keluarga.

“Para pihak yang melakukan transaksi adalah Dato Low Tuck Kwong (ayah) sebagai pihak yang mengalihkan saham miliknya sebanyak 7,33 miliar saham atau 22% kepada anaknya, Elaine Low,” jelas Jenny dalam keterbukaan informasi, Kamis (29/8/2024).

Jenny menambahkan, dengan adanya pengalihan saham tersebut, maka jumlah kepemilikan saham Low Tuck Kwong berubah dari 20,71 miliar saham menjadi 13,38 miliar saham atau dari 62,15% menjadi 40,15% saham Bayan Resources (BYAN).

“Dato Low Tuck Kwong tetap menjadi pemegang saham utama dan pengendali perseroan karena Elaine Low akan menggunakan hak suaranya atas seluruh saham yang dimilikinya sesuai dengan keinginan Low Tuck Kwong,” terang Jenny.

Editor: Eva Fitriani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 3 menit yang lalu

Masuk Saham Terkonsentrasi Tinggi, Laba Samator (AGII) Merosot

Laba bersih Samator Indo Gas (AGII) merosot 44,37% pada 2025, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
International 11 menit yang lalu

Kadin: Perang Lumpuhkan Ekonomi Timur Tengah, Biaya Kirim Melonjak 3 Kali

Kadin ungkap dampak perang Iran-AS: Biaya logistik naik 3 kali lipat & pengiriman barang molor hingga 2 bulan. Cek dampaknya bagi Indonesia.
Macroeconomy 47 menit yang lalu

Komitmen Investasi Rp574 Triliun dari Jepang dan Korsel

Dalam situasi geopolitik yang tidak menentu, Indonesia masih menjadi daya tarik bagi para investor dari Jepang maupun Korsel.
Finance 1 jam yang lalu

Bank Mantap Dukung Taspen Tingkatkan Kualitas Hunian Masyarakat

PT Bank Mandiri Taspen (Bank Mantap) mendukung langkah PT Taspen (Persero) dalam meningkatkan kualitas hunian masyarakat.
Business 1 jam yang lalu

PLN Icon Plus Cegah Stunting melalui Kolaborasi Posyandu di Srondol Wetan

PLN Icon Plus SBU Regional Jawa Bagian Tengah melaksanakan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) cegah stunting.
Lifestyle 1 jam yang lalu

Vaksinasi Wajib yang Harus Dilengkapi Calon Jamaah Haji

Berdasarkan regulasi terbaru penyelenggaraan haji 2026 dari Kementerian Kesehatan, terdapat vaksin yang wajib dipenuhi oleh calon jamaah haji sebelum berangkat ke Tanah Suci.

Tag Terpopuler


Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia