Pantau Sentimen Inflow Asing hingga Inflasi AS, Tiga Saham untuk Trading Sepekan
JAKARTA, investor.id – Equity Analyst Indo Premier Sekuritas (IPOT) Dimas Krisna Ramadhani memprediksi, Indeks harga saham gabungan (IHSG) melanjutkan penguatan pada pekan ini. Di saat ada sentimen inflow asing, PPI bulanan hingga data inflasi Amerika Serikat (AS). Tiga saham direkomendasikan untuk trading sepekan, salah satunya BBNI.
“Apabila level 7.600 dapat bertahan sebagai area support maka IHSG berpotensi untuk melanjutkan penguatan hingga level 7.900 – 8.000,” tulis Dimas dalam risetnya, Minggu (8/9/2024).
Untuk itu, Dimas mengimbau traders memantau tiga sentimen pada minggu ini, yakni aliran dana asing ke IHSG, Inflasi Tahunan AS Agustus dan PPI bulanan AS (Agustus). Terkait aliran dana asing ke IHSG. Diketahui, sepanjang pekan lalu investor asing mencatatkan inflow ke IHSG sebesar Rp 3,4 triliun di pasar reguler. Nominal tersebut terbilang besar berdasarkan historikalnya dan pembelian juga tersebar di beberapa saham penting untuk IHSG seperti, BMRI, BBNI, BBRI.
"Menariknya, investor asing mulai konsisten melakukan pembelian di IHSG setelah Morgan Stanley menurunkan peringkat saham-saham Indonesia menjadi underweight pada Juni lalu. Secara historikal apabila investor asing mulai mencatatkan inflow ke IHSG dengan nominal yang besar, maka itu merupakan indikasi terhadap trend kenaikannya,” jelas Dimas.
Sedangkan mengenai sentimen inflasi tahunan AS pada Agustus, pada Rabu (11/9/2024), data yang dinantikan oleh pelaku pasar maupun The Fed pun akan dirilis, yaitu inflasi AS untuk Agustus. Inflasi tersebut diperkirakan akan mengalami pertumbuhan sebesar 2,6% atau lebih rendah dari bulan sebelumnya yang mencatatkan inflasi sebesar 2,9%.
Menurut Dimas, jika data yang keluar pada Rabu ini sesuai dengan konsensusnya maka ini berpotensi menjadi katalis positif bagi market karena capaian inflasi tahunan Agustus semakin mendekati target The Fed yang sebesar 2%. “Namun, apabila inflasi yang terjadi untuk bulan Agustus ini terlampau lemah justru hal ini akan menambah kekhawatiran pelaku pasar terhadap perlambatan ekonomi AS,” papar Dimas.
Terakhir, sentimen PPI bulanan AS (Agustus), Pada Kamis (12/9/2024), data inflasi AS juga akan rilis dari sisi produsen. PPI bulanan AS untuk Agustus diprediksi mencatatkan kenaikan di level 0,2% sekaligus lebih tinggi dari bulan sebelumnya yang sebesar 0,1%. Indikator ini juga menjadi indikator yang digunakan The Fed dalam pertimbangan keputusan suku bunga acuannya.
"Penilaian pelaku pasar terhadap data ini pun sama dengan inflasi tahunan dari sisi konsumen, dimana apabila data yang keluar pada Kamis nanti terlampau rendah maka akan memberikan kekhawatiran terhadap melemahnya kondisi ekonomi AS,” ucap Dimas.
Berdasarkan sentimen tersebut, Indo Premier Sekuritas (IPOT) merekomendasikan tiga saham untuk trading pada sepekan, yaitu:
1. BBNI
- Rekomendasi: Buy on Breakout
- Support: 5.550
- Resistance: 6.000
- Emiten ini breakout resistance disertai dengan lonjakan volume, dow theory dimana volume mengkonfirmasi trend/harga sahamnya. Aliran dana asing yang masuk ke BBNI selama sepekan kemarin juga berpotensi untuk membuat BBNI melanjutkan penguatannya.
2. PANI
- Rekomendasi: Buy
- Support: 7.300
- Resistance: 8.200
- Sentimen penurunan suku bunga yang mulai akan dilakukan The Fed di 18 September nanti dan memberikan sentimen positif bagi sektor properti. PANI mempertahankan uptrend sejak breakout resistance 6.300 dengan support terdekat berada di level 7.300 - 7.400.
3. BREN
- Rekomendasi: Buy on Pullback
- Support 10.300
- Resistance: 11.300
- Aliran dana asing yang masuk di luar daripada saham big banks, dimana investor asing mencatatkan inflow sebesar Rp 247 miliar di saham BREN. Emiten ini konsisten membentuk higher high dan higher low dan berhasil mempertahankan level 10.700 sebagai area support yang merupakan support historikal dan fibonacci.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






