Harga Emas Melorot Setelah Rilis Data Inflasi AS
NEW YORK, investor.id - Harga emas melorot pada Rabu (11/9/2024). Setelah rilis data inflasi Amerika Serikat (AS) mendorong penguatan dolar dan imbal hasil obligasi. Hal ini membuat investor menurunkan ekspektasi besaran pemangkasan suku bunga The Fed pada minggu depan.
Dikutip dari CNBC internasional, harga emas spot turun 0,1% menjadi US$ 2.513,19 per ons. Sementara kontrak berjangka emas AS ditutup stabil di US$ 2.542,4 per ons.
Harga konsumen di AS naik sedikit pada Agustus, tetapi inflasi inti tetap bertahan. Kondisi ini dapat membuat The Fed ragu untuk memberikan pemangkasan suku bunga setengah poin pada minggu depan.
Ahli strategi pasar senior di RJO Futures Bob Haberkorn menyatakan, inflasi masih ada. Konsumen masih merasakannya. Jika The Fed memangkas setengah poin, itu menunjukkan mereka menyerah. “Pemangkasan seperempat poin tampaknya menjadi pilihan yang hampir tak terhindarkan saat ini," tegasnya.
Berdasarkan alat CME FedWatch, saat ini pasar memperkirakan kemungkinan 87% bahwa The Fed akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin, dibandingkan dengan 71% sebelum data inflasi dirilis.
Dalam jajak pendapat Reuters menyebut mayoritas ekonom memperkirakan The Fed akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin pada masing-masing dari tiga pertemuan kebijakan yang tersisa pada 2024. Hanya 9 dari 101 ekonom yang memperkirakan pemangkasan setengah poin pada minggu depan.
Rekor Emas Tertahan
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






