Harga Emas Loyo di Tengah Penantian Rilis Data Ekonomi AS
Sementara itu, ahli strategi komoditas senior di ANZ Daniel Hynes mengatakan, dalam jangka panjang, prospek suku bunga riil akan menjadi pendorong utama harga emas. Saat ini, traders memperkirakan kemungkinan 61% terjadinya pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin oleh The Fed pada November.
Laporan ADP National Employment menunjukkan, sektor swasta AS menambah 143 ribu pekerjaan pada bulan lalu. Saat ini, pelaku pasar menantikan data nonfarm payrolls yang akan dirilis pada Jumat (4/10/2024), sambil terus memantau pernyataan dari para pejabat The Fed untuk petunjuk lebih lanjut tentang kebijakan moneter AS.
Sedangkan harga logam mulia lainnya, yaitu harga perak naik 0,7% menjadi US$ 31,63 per ons. Platinum melejit 2% menjadi US$ 1.005,55, dan palladium melonjak 1,9% menjadi US$ 1.014,25.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






