Minggu, 21 Juni 2026

Harga Minyak Kembali Menguat Dipicu Konflik di Timur Tengah

Penulis : Indah Handayani
3 Okt 2024 | 04:57 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi harga minyak. (Foto: Pixabay)
Ilustrasi harga minyak. (Foto: Pixabay)

NEW YORK, investor.id - Harga minyak kembali menguat pada Rabu (2/10/2024). Hal itu dipicu kekhawatiran konflik yang semakin memanas di Timur Tengah dapat mengancam pasokan minyak dari wilayah penghasil minyak terbesar dunia. Namun, kenaikan harga ini dibatasi oleh meningkatnya cadangan minyak Amerika Serikat (AS).

Dikutip dari Reuters, harga minyak Brent naik 34 sen (0,46%) menjadi US$ 73,90 per barel. Sedangkan harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS menguat 27 sen (0,39%) menjadi US$ 70,1 per barel.

Pada Selasa (1/10/2024), Iran meluncurkan lebih dari 180 rudal ke Israel, dalam serangan terbesar yang pernah dilakukannya terhadap negara tersebut. Israel dan AS bersumpah akan melakukan pembalasan atas serangan ini, yang menandakan meningkatnya konflik di kawasan tersebut.

ADVERTISEMENT

Menurut laporan dari situs berita AS, Axios, pembalasan Israel dapat mencakup penargetan fasilitas produksi minyak Iran serta situs strategis lainnya. Pada Rabu, Iran menyatakan serangan misilnya terhadap Israel telah selesai, kecuali jika ada provokasi lebih lanjut. Mereka menambahkan bahwa jika Israel membalas serangan tersebut, Iran akan memberikan respons dengan kehancuran besar-besaran.

Tamas Varga dari broker minyak PVM mengatakan, serangan terhadap infrastruktur minyak Iran dapat memicu respons dari Teheran, seperti serangan terhadap fasilitas minyak Saudi, Serupa dengan serangan yang terjadi pada tahun 2019 di fasilitas pengolahan minyak mentah di sana.

“Setiap peristiwa seperti ini bisa mendorong harga minyak naik secara signifikan,” tambah Varga.

Dalam perkembangan konflik lainnya, militer Israel pada Rabu mengirimkan unit infanteri dan lapis baja reguler untuk bergabung dengan operasi darat di Lebanon selatan melawan kelompok Hizbullah yang didukung Iran. Pada pertemuan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa mengenai Timur Tengah, Israel dan Iran saling mengancam akan melakukan pembalasan jika diserang.

Capital Economics dalam catatannya menyebutkan, jika Iran meningkatkan konflik secara besar-besaran, AS bisa terlibat dalam perang. Iran menyumbang sekitar 4% dari produksi minyak dunia, namun pertimbangan penting lainnya adalah apakah Arab Saudi akan meningkatkan produksi jika pasokan Iran terganggu.

Cadangan Minyak AS

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


International 3 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 3 jam yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Lifestyle 3 jam yang lalu

Devin/Faathir Raih Final Perdana BWF Super 300 di Macau Open 2026, Hasil Nyata Pembinaan Berkelanjutan

Capaian ini menandai perkembangan signifikan pasangan muda yang selama ini disiapkan sebagai bagian dari regenerasi bulu tangkis Nasional.
International 4 jam yang lalu

Proyek Ambisius AI Kuras Kas, Investor Pantau Pasar Obligasi

Pembangunan pusat data AI kuras kas perusahaan teknologi. Investor kini wajib pantau suku bunga The Fed dan pasar obligasi global.
Business 4 jam yang lalu

Red Hat Dukung Pengembangan Agentic AI

Red Hat, penyedia solusi open source , baru-baru ini mengumumkan langkah inovatif yang signifikan pada portofolio  Red Hat AI untuk membantu menjembatani kesenjangan antara eksperimen AI dan kendali operasional di tingkat produksi.
International 4 jam yang lalu

Serangan Israel Tewaskan 16 di Lebanon, Dialog AS-Iran di Ujung Tanduk

Gencatan senjata rapuh, serangan Israel tewaskan 16 orang di Lebanon. Masa depan dialog damai nuklir AS-Iran kini kian terancam.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia