Harga Minyak Kembali Menguat Dipicu Konflik di Timur Tengah
Sementara itu, produksi minyak Iran naik ke level tertinggi dalam enam tahun terakhir sebesar 3,7 juta barel per hari pada Agustus, menurut analis ANZ. Namun, sebagian kenaikan harga minyak selama minggu ini tertekan oleh laporan peningkatan cadangan minyak AS sebesar 3,9 juta barel menjadi 417 juta barel pada pekan yang berakhir 27 September, menurut Administrasi Informasi Energi AS.
Angka itu jauh di atas ekspektasi analis yang memperkirakan penurunan sebesar 1,3 juta barel. Stok bensin juga meningkat minggu lalu, namun stok distilat mengalami penurunan.
“Dengan adanya pemeliharaan kilang yang dilakukan secara musiman, penurunan aktivitas kilang yang cukup besar telah mendorong peningkatan cadangan minyak mentah,” ujar Matt Smith, analis utama minyak di Kpler.
Pertemuan menteri-menteri utama OPEC+ pada Rabu memutuskan untuk mempertahankan kebijakan produksi minyak yang tidak berubah. Grup tersebut berencana meningkatkan produksi sebesar 180 ribu barel per hari setiap bulan mulai Desember.
Laporan dari Wall Street Journal menyebutkan, menteri minyak Arab Saudi memperingatkan harga minyak bisa turun ke US$ 50 per barel jika anggota OPEC+ tidak mematuhi pemotongan produksi yang telah disepakati. Namun, OPEC membantah klaim ini, menyatakan bahwa artikel tersebut ‘sepenuhnya tidak akurat dan menyesatkan’.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






