Minggu, 21 Juni 2026

Harga Emas di Ujung Tanduk Gara-gara Dolar AS Perkasa

Penulis : Indah Handayani
31 Okt 2024 | 10:44 WIB
BAGIKAN
ilustrasi harga emas. (Foto: Sven Hoppe / Picture Alliance / Getty Images)
ilustrasi harga emas. (Foto: Sven Hoppe / Picture Alliance / Getty Images)

JAKARTA, investor.id - Harga emas di ujung tanduk pada Kamis (31/10/2024), setelah mencapai level tertinggi baru pada Rabu (30/10/2024). Hal itu karena Laporan Ketenagakerjaan ADP Amerika Serikat (AS) telah melampaui ekspektasi, mengatasi keraguan investor yang dipicu oleh laporan Lowongan Kerja JOLTS Selasa lalu dan membuat Dolar AS perkasa.

Saat berita ini ditulis, harga emas terlihat turun tipis 0,06% di level US$ 2.785,7. Sedangkan rekor tertinggi harga emas sepanjang masa (all time high/ATH) berada di level US$ 2.789,73.

Analisis Dupoin Indonesia Andy Nugraha mengatakan, ADP melaporkan adanya kenaikan sebanyak 233 ribu payrolls, jauh di atas ekspektasi pasar sebesar 115 ribu. Angka ini juga melampaui revisi bulan September yang menunjukkan kenaikan dari estimasi awal 143 ribu menjadi 159 ribu. Angka yang lebih tinggi dari perkiraan ini telah meredakan kekhawatiran yang muncul dari data JOLTS, yang sempat menunjukkan penurunan lapangan pekerjaan terbuka pada bulan September ke titik terendah dalam tiga tahun terakhir, yakni sebesar 7,44 juta.

ADVERTISEMENT

Dari perspektif teknikal, Andy melihat indikator Moving Average yang terbentuk pada grafik harian harga emas, yang secara jelas menunjukkan dominasi tren bullish. Harga emas yang naik hingga ke level 2.790 pada Kamis (31/10/2024), mencerminkan permintaan yang meningkat terhadap aset safe haven di tengah ketidakpastian politik di AS.

“Indikator teknikal mendukung proyeksi bullish ini, sehingga peluang emas melanjutkan kenaikan menuju level 2.800 semakin kuat, selama tidak ada faktor eksternal signifikan yang membalikkan tren,” paparnya.

Namun, Andy juga memperingatkan, pergerakan harga emas hari ini perlu dicermati lebih lanjut. Jika harga gagal mempertahankan momentum kenaikan, maka potensi pembalikan arah ke bawah dapat membawa harga turun hingga ke level 2771 sebagai target terdekatnya. "Pelaku pasar disarankan untuk mempertimbangkan level-level ini sebagai area penting dalam perdagangan hari ini," ujar Nugraha.

Data Ekonomi AS

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


International 2 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 3 jam yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Lifestyle 3 jam yang lalu

Devin/Faathir Raih Final Perdana BWF Super 300 di Macau Open 2026, Hasil Nyata Pembinaan Berkelanjutan

Capaian ini menandai perkembangan signifikan pasangan muda yang selama ini disiapkan sebagai bagian dari regenerasi bulu tangkis Nasional.
International 3 jam yang lalu

Proyek Ambisius AI Kuras Kas, Investor Pantau Pasar Obligasi

Pembangunan pusat data AI kuras kas perusahaan teknologi. Investor kini wajib pantau suku bunga The Fed dan pasar obligasi global.
Business 3 jam yang lalu

Red Hat Dukung Pengembangan Agentic AI

Red Hat, penyedia solusi open source , baru-baru ini mengumumkan langkah inovatif yang signifikan pada portofolio  Red Hat AI untuk membantu menjembatani kesenjangan antara eksperimen AI dan kendali operasional di tingkat produksi.
International 4 jam yang lalu

Serangan Israel Tewaskan 16 di Lebanon, Dialog AS-Iran di Ujung Tanduk

Gencatan senjata rapuh, serangan Israel tewaskan 16 orang di Lebanon. Masa depan dialog damai nuklir AS-Iran kini kian terancam.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia