Harga Emas di Ujung Tanduk Gara-gara Dolar AS Perkasa
Di sisi fundamental, data ekonomi AS terus memberikan dampak pada pergerakan harga emas. Produk Domestik Bruto (PDB) AS tumbuh sebesar 2,8% pada kuartal ketiga, sedikit di bawah perkiraan 3%, tetapi masih menunjukkan bahwa ekonomi AS relatif kuat dibandingkan ekonomi utama lainnya. Selain itu, data Konsumsi Pribadi Inti tetap menunjukkan pertumbuhan yang sehat, di mana angka ini naik sebesar 2,2%, melebihi ekspektasi 2,1%.
“Dengan konsumsi yang tetap kuat, kondisi ini menjadi bukti bahwa perekonomian AS masih berada di jalur yang stabil,” tegasnya.
Data positif dari PDB AS dan konsumsi ini, lanjut Andy, telah menyebabkan imbal hasil obligasi pemerintah AS meningkat, yang sering kali menjadi penghambat kenaikan harga emas karena meningkatkan daya tarik dolar AS.
Meski demikian, ekspektasi pasar tetap memperkirakan bahwa The Fed akan memangkas suku bunga sebanyak 25 basis poin minggu depan, dengan peluang mencapai 96,3%. Selain itu, pasar masih memberikan probabilitas sebesar hampir 70% untuk pemangkasan suku bunga lanjutan pada Desember, menurut Fedwatch tool dari CME Group.
Andy menegaskan, Permintaan emas tetap tinggi di tengah ketidakpastian global dan politik di Amerika Serikat. Harga emas, yang saat ini bergerak di sekitar level 2.790, menunjukkan bahwa pasar terus mencari aset safe haven sebagai pelindung nilai dari volatilitas ekonomi dan politik. “Meski demikian potensi harga emas untuk mencapai 2800 hari ini cukup besar jika momentum bullish tetap terjaga,” tutupnya. .
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






