Investor ADRO, Pilih Dividen atau Tebus Saham Adaro Andalan (AADI)?
JAKARTA, investor.id - Stockbit Sekuritas melakukan analisis menjelang rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) pada 18 November 2024. RUPSLB tersebut mata acara pertama adalah persetujuan penggunaan sebagian saldo laba perseroan untuk dibagikan sebagai tambahan dividen tunai final. Dan yang kedua, perubahan nama perseroan.
Stockbit Sekuritas mencoba menganalisis opsi yang optimal bagi investor ADRO terkait aksi korporasi spin-off Adaro Andalan Indonesia (AADI), serta dengan adanya dividen dari ADRO untuk membantu pendanaan menebus saham AADI.
Investment analyst Stockbit, Hendriko Gani menyebutkan, terdapat dua opsi bagi investor ADRO, yakni:
1. Berpartisipasi pada penawaran umum oleh pemegang saham (PUPS) AADI. Opsi ini kemudian Stockbit pecah lagi ke dalam 3 skenario, yakni:
- Base–case scenario: mengimplikasikan 5x PE untuk AADI dan 6,6x PE untuk ADRO.
- Bull–case scenario: mengimplikasikan 5x PE untuk AADI dan 8,9x PE untuk ADRO.
- Bear–case scenario: mengimplikasikan 5x PE untuk AADI dan 3,8x PE untuk ADRO.
2. Tidak berpartisipasi pada PUPS AADI.
Opsi 1: Berpartisipasi dalam PUPS AADI
Berdasarkan perhitungan Stockbit Sekuritas, investor Adaro Energy Indonesia (ADRO) yang menggunakan dividennya untuk berpartisipasi dalam PUPS AADI berpotensi lebih diuntungkan karena:
- Harga saham ADRO kemungkinan besar akan turun setelah spin-off AADI dan pembagian dividen seiring berkurangnya potensi laba bersih setelah spin-off. Jika harga saham ADRO tidak mengalami penurunan setelah spin–off, maka ADRO berpotensi diperdagangkan pada valuasi 13,3x PE.
- Harga saham AADI berpotensi mengalami re–rating ke level 5x PE, yang Stockbit Sekuritas anggap sebagai level yang lebih wajar dan konservatif. Level 5x PE tersebut masih berada di bawah mean historis 5 tahun ADRO di level 6,9x PE, serta valuasi emiten batu bara lainnya seperti PTBA (7,7x PE FY24F annualized) dan ITMG (6,87x PE FY24F annualized).
- Menggunakan skenario terburuk dalam bear–case scenario, di mana saham ADRO divaluasi hanya menggunakan 50% cash + 50% holding discount (setara 3,8x PE), investor berpotensi hanya membukukan kerugian -5,7%. Angka ini masih lebih kecil dibandingkan potensi kerugian jika investor tidak mengeksekusi PUPS AAI, yakni sekitar -14,9%.
“Dalam jangka panjang, valuasi ADRO akan dipengaruhi sentimen market dan laba bersih dari pengembangan proyek smelter aluminium dan pembangkit listrik tenaga air (PLTA), yang masing–masing diharapkan dapat beroperasi pada tahun 2025 dan tahun 2030,” jelas Hendriko Gani dalam analisisnya yang dipublikasikan, Rabu (13/11/2024).
Opsi 2
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now





