Jumat, 15 Mei 2026

Emiten Grup Sinar Mas (INKP) Tawarkan Obligasi dan Sukuk Total Rp 5,5 Triliun

Penulis : Muawwan Daelami
13 Nov 2024 | 12:52 WIB
BAGIKAN
Salah satu pabrik PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP). (Foto: INKP)
Salah satu pabrik PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP). (Foto: INKP)

JAKARTA, investor.id – PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) akan menawarkan obligasi dan sukuk mudharabah dengan total jumlah pokok Rp 5,5 triliun yang akan digunakan untuk melunasi utang dan modal kerja.

Obligasi yang ditawarkan INKP merupakan obligasi berkelanjutan V tahap II tahun 2024 dengan jumlah pokok sebanyak-banyaknya Rp 3,5 triliun. Sedangkan, sukuk yang ditawarkan merupakan sukuk mudharabah berkelanjutan IV tahap II tahun 2024 dengan total dana sebesar Rp 2 triliun.

Penawaran obligasi INKP ini bagian dari penawaran umum berkelanjutan (PUB) V perseroan dengan target dana yang dihimpun mencapai Rp 14 triliun. Dari target tersebut INKP telah menerbitkan obligasi berkelanjutan IV tahap I tahun 2024 dengan jumlah pokok sebesar Rp 2,5 triliun.

ADVERTISEMENT

INKP menawarkan obligasi dengan nilai 100% dari jumlah pokok obligasi, di mana Rp 2,97 triliun akan dijamin secara kesanggupan penuh (full commitment) yang terbagi dalam seri A, B, dan seri C. Sisanya Rp 520 miliar akan dijamin secara kesanggupan terbaik (best effort).

“Bila jumlah dalam kesanggupan terbaik tidak terjual sebagian atau seluruhnya, maka atas sisa yang tidak terjual tersebut tidak menjadi kewajiban perseroan untuk menerbitkan obligasi tersebut,” jelas Manajemen INKP dalam pengumuman resminya dikutip, Rabu (13/11/2024).

Untuk obligasi seri A, INKP menawarkan dengan jumlah pokok sebesar Rp 1,11 triliun dengan tingkat bunga tetap sebesar 7,25% per tahun berjangka waktu 370 hari kalender terhitung sejak tanggal emisi. Selanjutnya, perseroan akan membayar obligasi secara penuh (bullet payment) sebesar 100% dari jumlah pokok obligasi seri A pada saat tanggal jatuh tempo.

Lalu untuk obligasi seri B, emiten berkode saham INKP tersebut menawarkan dengan jumlah pokok sebesar Rp 1,36 triliun dengan tingkat bunga tetap sebesar 10,25% per tahun berjangka waktu tiga tahun terhitung sejak tanggal emisi.

Sama seperti seri A, pembayaran obligasi untuk seri B juga akan dilakukan secara penuh (bullet payment) sebesar 100% dari jumlah pokok seri B pada saat tanggal jatuh tempo.

Obligasi seri terakhir yang akan ditawarkan INKP adalah seri C dengan jumlah pokok sebesar Rp 499 miliar dengan tingkat bunga tetap sebesar 10,75% berjangka waktu lima tahun terhitung sejak tanggal emisi. Seperti seri-seri yang lain, pembayaran obligasi seri C juga akan dilakukan secara penuh 100% dari jumlah pokok obligasi pada saat tanggal jatuh tempo.

Menyangkut pembayaran bunga, INKP akan membayar bunga obligasi pertama pada 3 Maret 2025. Sedangkan, pembayaran bunga obligasi terakhir bersamaan dengan jatuh tempo obligasi yaitu 13 Desember 2025 untuk seri A, kemudian 3 Desember 2027 untuk seri B, dan 3 Desember 2029 untuk obligasi seri C.

Sukuk

Editor: Muawwan Daelami

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 15 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 26 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 30 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia