Saham & Waran Emiten Baru Panas, Bosnya Ungkit soal Laba
JAKARTA, investor.id - Direktur Utama PT Adiwarna Anugerah Abadi Tbk (NAIK), Johannes menargetkan laba bersih perseroan naik double digit hingga 15% pada 2024 ini.
“Kita sih berharap bisa naik ya, karena kan kita sudah ada dana IPO jadi kita sudah lebih efisien dari segi itu. Ya kita sih menargetkan ya paling tidak di 14 atau 15 persen itu bisa tercapai,” beber Johannes saat ditemui usai seremoni pencatatan perdana saham NAIK di Mainhall BEI, Jaksel, Rabu (13/11/2024).
Adiwarna Anugerah Abadi (NAIK) mencatatkan sahamnya di BEI pada 13 November 2024. Saham NAIK diparkir mentok auto reject atas (ARA) 34,58% ke Rp 144 per akhir sesi I. Sedangkan waran seri I NAIK-W meroket 5.200% ke Rp 53 di akhir sesi I.
Sementara itu, Johannes melanjutkan, laba bersih tersebut dibidik dari proyeksi pendapatan perseroan di sekitar Rp 190 miliar sampai dengan penghujung tahun ini.
Johannes optimistis target itu mampu tercapai dan diharapkan bisa lebih. Terlebih dikatakan Johannes, market fire protection system di Indonesia ini semakin besar.
Baca Juga:
Saham Teknologi Sepi Peminat?“Kita melihat bahwa industri banyak dibangun, infrastruktur banyak, gedung-gedung juga banyak dan semuanya kan butuh proteksi kebakaran. Jadi market kita yang tumbuh semakin besar, maka kita merasa perlu untuk IPO, untuk mendapatkan perdanaan dan hal-hal yang bisa kita dapatkan dari menjadi perusahaan publik,” tutur dia.
Sejauh ini, Johannes mengimbuhkan perusahaan akan memanfaatkan dana IPO seluruhnya untuk modal kerja atau operasional sehingga banyak proyek yang bisa dikerjakan.
Dikenal Lebih dari 15 Tahun
PT Adiwarna Anugerah Abadi Tbk (NAIK) yang bergerak di bidang perdagangan sistem proteksi kebakaran dan jasa sistem proteksi kebakaran (fire protection system) resmi melakukan penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI). NAIK menjadi perusahaan fire protection system pertama dan ke-39 melakukan listing di BEI di tahun 2024.
“NAIK telah dikenal selama lebih dari 15 tahun di bidang fire protection system dan telah memulai bookbuilding sejak 22-24 Oktober 2024 lalu,” ungkap Corporate Secretary, Yana Maryanah dalam siaran pers, Rabu (13/11/2024).
Perusahaan yang didirikan pada tahun 2007 ini telah menjadi perusahaan yang berkembang pesat dengan fokus pada bidang usaha proteksi kebakaran. Khususnya terkait jasa instalasi dan pemeliharaan sistem proteksi kebakaran. Berbeda dari yang lain, perseroan menawarkan solusi lengkap dan berfokus pada segmen industri dengan resiko dan spesifikasi tinggi seperti data center, oil & gas, petrochemical, perbankan, pulp & paper, power plant dan sebagainya.
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now





