Harga CPO Kian Melambung Tinggi Dipicu Banjir di Malaysia
JAKARTA, investor.id – Harga kontrak Crude Palm Oil (CPO) di Bursa Malaysia Derivatives (BMD) kian melambung tinggi pada Kamis (28/11/2024). Ini melanjutkan reli penguatan empat hari beruntun dipicu banjir yang melanda wilayah pantai timur Malaysia.
Berdasarkan data BMD pada penutupan Kamis, kontrak berjangka CPO untuk Desember 2024 melonjak 132 Ringgit Malaysia menjadi 5.060 Ringgit Malaysia per ton. Untuk kontrak berjangka CPO Januari 2025 terkerek 95 Ringgit Malaysia menjadi 4.965 Ringgit Malaysia per ton.
Sementara itu, kontrak berjangka CPO Februari 2025 meningkat 87 Ringgit Malaysia menjadi 4.885 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak berjangka CPO Maret 2025 menguat 85 Ringgit Malaysia menjadi 4.793 Ringgit Malaysia per ton.
Sedangkan kontrak berjangka CPO April 2025 naik 77 Ringgit Malaysia menjadi 4.691 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak berjangka CPO Mei 2025 melesat 62 Ringgit Malaysia menjadi 4.584 Ringgit Malaysia per ton.
Dikutip dari Bernama, trader minyak sawit David Ng mengatakan, harga CPO melesat didorong oleh kekhawatiran terkait banjir di wilayah pantai timur baru-baru ini. Sebab, dikhawatirkan banjir tersebut dapat mempengaruhi keseluruhan produksi kelapa sawit di Malaysia.
"Kami melihat harga CPO berada di support pada 4.850 Ringgit Malaysia dan menghadapi resistance di 5.000 Ringgit Malaysia," katanya.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






