Jumat, 15 Mei 2026

Erick Thohir Kaji Ulang Peran Holding Semen Indonesia (SMGR)

Penulis : Muawwan Daelami
5 Des 2024 | 15:45 WIB
BAGIKAN
Konferensi Pers Menteri BUMN Erick Thohir di Lobby Selatan Kementerian BUMN, Kamis (5/12/2024). Foto/mwd
Konferensi Pers Menteri BUMN Erick Thohir di Lobby Selatan Kementerian BUMN, Kamis (5/12/2024). Foto/mwd

JAKARTA, investor.id - Menteri BUMN Erick Thohir akan mengkaji ulang (review) peran beberapa holding BUMN seperti PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) atau SIG, PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni), Pelindo Group, dan PT ASDP Indonesia Ferry.

Review tersebut, menurut Erick, merupakan salah satu inisiatif besar yang akan Kementerian BUMN paparkan kepada Presiden Prabowo untuk mendukung program Asta Cita presiden seperti ketahanan pangan, kemandirian energi, serta lain-lain.

"Karena waktu kami gabungkan klaster dari 24 ke 12, kami belum melakukan generic holding. Ini hanya merger dan konsolidasi tapi belum operasinya," ujar Erick dalam konferensi pers di Kementerian BUMN, Kamis (5/12/2024).

ADVERTISEMENT

Untuk itu, dalam lima tahun ke depan, Kementerian BUMN bakal mendefinisikan jenis peran apa yang bisa dijalankan oleh holding-holding BUMN apakah peran strategis atau operasi.

"Kami lagi lihat mengenai data, number, standard operation procedure (SOP), dan penugasan. Kami coba lihat secara helicopter view bukan hanya strategic," ujar Erick.

Pembahasan mengenai peran holding SIG sempat dikemukakan Wakil Ketua Komisi VI DPR Andre Rosiade dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama SMGR. Andre berpandangan, kinerja dan strategi SMGR saat ini perlu dievaluasi karena performa SIG kalah bersaing dengan kompetitor swasta nasional.

Padahal, SMGR memiliki 23 pabrik rotary kiln, lebih banyak dibandingkan pabrik rotary kiln PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) yang berjumlah 12, dan PT Cemindo Gemilang Tbk (CMNT) yang memiliki 2 pabrik rotary kiln.

“Kita evaluasi saja holding ini tidak efektif. Kita harus evaluasi operating untuk menjadi strategic holding. Ada InJourney contohnya. Holding itu menetapkan KPI, SOP. Nanti, anak perusahaan bekerja lebih maksimal dan gesit. Jangan maksain operating holding ini. Kita akan usulkan ke Kementerian BUMN untuk dievaluasi,” ucap Ade.

Menanggapi usulan tersebut, Direktur Utama SIG Donny Arsal bilang, pembicaraan menyangkut peran holding tersebut perlu dibicarakan dengan Kementerian BUMN selaku pemegang saham utama SMGR.

Strategic issue yang disampaikan, kendala-kendala yang dihadapi, kami ikut saja. Yang kedua, kinerja kami juga memang perlu ditinjau ulang, saya sepakat,” Donny mengakui.

Holding SIG di antaranya membawahi PT Semen Padang, PT Semen Gresik, PT Semen Tonasa, PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SBI) atau SMCB, PT Semen Kupang Indonesia, PT Kawasan Industri Gresik (KIG), PT Semen Indonesia Beton, PT Semen Indonesia (Aceh), dan PT Semen Indonesia Internasional (SSI).

Semen Hijau

Editor: Muawwan Daelami

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 2 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 2 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 2 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 3 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 3 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 4 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia