Jumat, 15 Mei 2026

Harga Emas Naik Lagi, Diprediksi Capai Level Ini

Penulis : Indah Handayani
9 Des 2024 | 04:36 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi emas batangan. (Ist/Beritasatu.com)
Ilustrasi emas batangan. (Ist/Beritasatu.com)

JAKARTA, investor.id – Harga emas diprediksi naik lagi pada pekan ini. Hal itu ditopang menguatnya spekulasi pemangkasan suku bunga The Fed pada Desember ini. Ditambah lagi, masih terjadinya ketegangan geopolitik global. Harga emas pun bisa mencapai level US$ 2.700.

Harga emas ditutup menguat tipis 0,04% menjadi US$ 2.632,91 pada Jumat (6/12/2024). Sepanjang tahun ini, harga emas telah naik hampir 30% dan mencatatkan rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH) di level US$ 2.790 yang dicetak pada akhir Oktober lalu.

Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan, spekulasi pemangkasan suku bunga The Fed sebesar 25 basis poin (bps) pada pertemuan 17-18 Desember mendatang semakin menguat. Setelah didukung oleh pernyataan para pejabat The Fed pada pekan lalu.

ADVERTISEMENT

“Ditambah lagi, data-data ekonomi Amerika Serikat (AS) yang masih mendukung pemangkasan suku bunga,” ungkap Ibrahim kepada Investor Daily, Minggu (8/12/2024).

Tidak hanya itu, lanjut Ibrahim, ketegangan geopolitik juga masih terbilang cukup rumit di pekan kedua Desember ini juga mendukung penguatan harga emas. Mulai dari runtuhnya pemerintahan Prancis, upaya darurat militer yang gagal di Korea Selatan (Korsel), ketegangan di Timur Tengah yang ditambah lagi dengan dikuasainya Suriah oleh para pemberontak, hingga konflik Rusia-Ukraina.

Kebangkitan Ekonomi China

Ibrahim menilai, kebangkitan kondisi ekonomi China juga menjadi penopang kenaikan harga emas pada pekan ini. Hal itu terlihat dari data ekonomi China yang keluar akhir pekan lalu menunjukan angka yang sedikit membaik, terutama setelah adanya suntikan dana stimulus dan pemangkasan suku bunga yang dilakukan China sebelumnya.

Pekan ini, lanjut Ibrahim, China akan mengumumkan data inflasi mereka. Jika tinggi, akan terjadi pemangkasan suku bunga lagi dan ini akan membuat harga emas terdorong naik. “Untuk itu, harga emas diprediksi akan menguat ke level US$ 2.700. Meskipun mengalami penurunan, akan sangat terbatas di level US$ 2.603,” papar Ibrahim.

Meski demikian, Ibrahim menyarankan investor, terutama ritel, untuk berhati-hati jika melakukan pembelian. Namun, bagi mereka yang relatif agresif, kesempatan belli disaat harga emas melemah. “Tapi hati-hati, karena saat ini harga emas sudah terlalu tinggi,” tutupnya.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 45 menit yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 55 menit yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 2 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 3 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 9 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia