Jumat, 15 Mei 2026

Window Dressing Dimulai, BREN, PANI, dan GOTO untuk Trading Pekan Ini

Penulis : Indah Handayani
9 Des 2024 | 04:57 WIB
BAGIKAN
Pengunjung melihat pergerakan saham. (B-Universe Photo/David Gita Roza)
Pengunjung melihat pergerakan saham. (B-Universe Photo/David Gita Roza)

JAKARTA, investor.id - Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) Dimas Krisna Ramadhani menyebut window dressing telah dimulai. Saham-saham konglomerat yang masuk dalam top 10 big cap akan melanjutkan penguatan pada pekan ini. Untuk itu, ia merekomendasikan saham BREN, PANI, dan GOTO untuk trading pekan ini.

Dimas meyakini, apabila indeks harga saham gabungan (IHSG) berhasil bertahan di atas level 7.250 yang merupakan level support terdekat maka IHSG berpotensi untuk terus menguat hingga ke level 7.500 - 7.600 pada akhir tahun ini.

"Mengingat kenaikan terjadi di saham-saham konglomerat yang berada di dalam top 10 kapitalisasi pasar IHSG maka peluang penguatan lanjutan juga cukup terbuka lebar di saham-saham tersebut pada momentum window dressing saat ini," jelasnya, Minggu (8/12/2024).

ADVERTISEMENT

Dimas mengatakan, Jika dilihat pada teknikal IHSG yang berhasil ditutup di atas MA20 daily pada 4 Desember lalu maka ini merupakan indikasi pembalikan tren yang terjadi di IHSG. Terakhir kali IHSG ditutup di atas MA20-nya terjadi pada 25 Oktober silam dan sejak saat itu pergerakan IHSG terus tertekan hingga ke level 7.041 dan menjadi level terendahnya sejak Juli lalu.

"Jika kita lihat dari data foreign flow juga, akhirnya investor asing mencatatkan pembelian bersih di pasar reguler pada 3-4 Desember kemarin. Aliran dana asing yang masuk ke IHSG terakhir terjadi pada awal November, yang artinya selama November investor asing konsisten melakukan distribusi di saham-saham IHSG dan saat ini sudah kembali melakukan pembelian," jelas Dimas.

Namun, Dimas mengatakan, jika melihat nominal inflow yang dilakukan investor asing pada 3-4 Desember kemarin yang terbilang masih sedikit maka perlu melihat konsistensi dan agresivitas investor asing masuk kembali ke IHSG di tengah momentum window dressing tahun ini.

Selain momentum window dressing, Dimas menghimbau para trader untuk memperhatikan 3 sentimen yang bakal mempengaruhi pasar pekan ini, yakni inflasi tahunan Amerika Serikat (AS) untuk November dan PPI bulanan AS (November).

Terkait sentimen inflasi tahunan AS November, yang akan dirilis pada Rabu (11/12/2024), Dimas memprediksi akan mengalami kenaikan di level 2,7%. Capaian ini lebih tinggi dari bulan sebelumnya yang mencatatkan inflasi sebesar 2,6%, namun masih berada di dalam rentang yang sama dalam empat bulan terakhir.

"Jika kita lihat dari target yang ditetapkan The Fed yaitu inflasi sebesar 2% di 2024 maka data inflasi November apabila sesuai dengan konsensusnya, masih sejalan untuk semakin mendekati target inflasi yang ditetapkan The Fed tersebut. Namun demikian, Jerome Powell selaku Ketua The Fed sudah memberikan sinyal terhadap pemangkasan suku bunga yang akan terjadi dalam waktu dekat pada pertemuan sebelumnya,” jelasnya.

Kedua, lanjut Dimas, sentimen PPI bulanan AS (November). Sehari setelah rilis inflasi, AS juga merilis dari sisi produsen. PPI bulanan AS November diprediksi mengalami kenaikan atau mencatatkan inflasi sebesar 0,3%. Apabila data konsensus benar maka capaian bulan ini lebih tinggi dari bulan sebelumnya dan merupakan capaian tertinggi sejak Juli lalu.

Ekonomi AS

Menurut Dimas, indikator ini sempat menimbulkan kekhawatiran bagi pelaku pasar dan pemangku kebijakan, karena mengalami penurunan yang konsisten dalam beberapa bulan terakhir sehingga kekhawatiran terhadap kemungkinan perlambatan ekonomi AS bahkan resesi sempat ramai dibicarakan.

“Akan tetapi, setelah kemenangan Trump dalam Pilpres kemarin yang salah satu kebijakan ekonominya adalah menurunkan tarif pajak penghasilan dan usaha serta akan memperkuat posisi keuangan perusahaan di AS maka kekhawatiran terhadap terjadinya pelemahan atau resesi ekonomi AS sudah mulai surut," ucapnya.

Untuk itu, Dimas merekomendasikan saham BREN, PANI, dan GOTO untuk trading pada pekan ini, yaitu

1. BREN

- Buy

- Current Price: 8.500

- Entry: 8.500

- Target Price: 9.200

- Stop Loss: 8.150

- Risk to Reward Ratio 1:2

- BREN menjadi saham yang mengalami akumulasi dari investor asing pada pekan lalu. Emiten ini berpeluang menjadi saham yang dijadikan untuk menaikkan IHSG pada momentum window dressing tahun ini.

2. PANI

- Buy

- Current Price: 17.000

- Entry: 17.000

- Target Price: 18.300

- Stop Loss: 16.500

- Risk to Reward Ratio 1:2

- PANI berpeluang menjadi saham yang dijadikan untuk menaikkan IHSG pada momentum window dressing tahun ini. Sentimen positif datang dari segera rampungnya ruas jalan tol PIK 2 yang rencananya akan diumumkan pada akhir tahun atau Januari 2025 mendatang.

3. GOTO

- Buy

- Current Price: 77

- Entry: 74

- Target Price: 86

- Stop Loss: 68

- Risk to Reward Ratio 1:2

- GOTO menjadi saham yang mengalami akumulasi dari investor asing dalam 1 bulan terakhir. Emiten ini juga berpeluang menjadi saham yang mengalami kenaikan pada periode window dressing.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 13 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 24 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 28 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia