Jumat, 15 Mei 2026

Saham Unilever (UNVR) Melompat, Ada Potensi Dividen Spesial

Penulis : Thresa Sandra Desfika
10 Des 2024 | 12:37 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi berbagai produk Unilever (UNVR) di supermarket. (Dok. B-Universe Photo)
Ilustrasi berbagai produk Unilever (UNVR) di supermarket. (Dok. B-Universe Photo)

JAKARTA, investor.id - Saham PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) melompat 5,54% ke Rp 2.000 per akhir sesi I perdagangan 10 Desember 2024.

Sebanyak 27,35 juta saham UNVR ditransaksikan, frekuensi 7.314 kali, dan nilai transaksi Rp 54,19 miliar.

Saham Unilever melanjutkan penguatan pada 9 Desember kemarin yang juga mengalami peningkatan 1,34%.

ADVERTISEMENT

Saham UNVR menguat usai perseroan mengungkap keterbukaan informasi lebih rinci terkait rencana menjual bisnis es krim perseroan kepada PT The Magnum Ice Cream Indonesia.

Direksi Unilever (UNVR) menjelaskan, nilai transaksi (tidak termasuk PPN) adalah sebesar Rp 7 triliun. Penilaian bisnis independen telah dilakukan oleh KJPP SRR dengan nilai pasar wajar sebesar Rp 6,57 triliun.

“Penilaian bisnis independen mencakup aset tetap dengan nilai pasar sebesar Rp 2,55 triliun dan nilai buku bersih pada tanggal 30 September 2024 sebesar Rp 1,99 triliun, dan nilai persediaan pada tanggal 30 September 2024 sebesar Rp 172,79 miliar,” ungkap direksi UNVR dalam keterbukaan informasi.

Unilever Indonesia (UNVR) mempertimbangkan sejumlah manfaat dalam melaksanakan rencana transaksi penjualan bisnis es krim. Salah satunya, direksi mengungkapkan, kemampuan untuk meningkatkan dividen.

Menurut mereka, dalam jangka pendek, transaksi ini diharapkan memberikan manfaat langsung kepada pemegang saham karena perseroan berencana untuk mendistribusikan hasil bersih dari transaksi tersebut langsung kepada pemegang saham sebagai dividen tunai setelah penyelesaian transaksi. Transaksi ini juga diharapkan dapat memperbaiki posisi kas perseroan dan mengurangi ketergantungan terhadap pinjaman eksternal.

Dalam jangka panjang, lanjut direksi Unilever Indonesia (UNVR) dengan berfokus pada grup bisnis inti perseroan dan dengan menghilangkan paparan terhadap risiko yang terkait dengan operasi bisnis es krim di masa depan, perseroan diharapkan berada pada posisi yang lebih baik untuk mencapai kinerja keuangan yang lebih kuat dan menumbuhkan cadangan yang dapat didistribusikan, menempatkan perseroan pada posisi yang lebih baik untuk meningkatkan dividen yang dibayarkan kepada pemegang saham.

Taksiran Dividen

Sementara itu, investment analyst lead Stockbit Sekuritas, Edi Chandren menilai, rencana transaksi penjualan bisnis es krim ini sebagai hal yang positif bagi Unilever Indonesia (UNVR). Di tengah berbagai tantangan yang sedang dihadapi perseroan – termasuk di bisnis es krim hingga saat ini – divestasi ini dapat membuat perseroan menjadi lebih fokus dalam menjalankan bisnisnya.

“Valuasi transaksi juga kami nilai premium, mengingat kinerja bisnis yang dihasilkan (negative growth with lower profitability),” papar Edi dalam ulasannya, Senin (9/12/2024) pagi.

Dia juga menambahkan, Unilever Indonesia (UNVR) berencana membagikan hasil bersih dari transaksi ini secara langsung kepada pemegang saham melalui dividen tunai setelah penyelesaian transaksi. Dividen ini tentu akan menjadi dividen spesial.

Berdasarkan laporan keuangan proforma, sebut Edi, UNVR akan mencatatkan laba sebesar Rp 3,8 triliun (setelah pajak) dari transaksi ini. Dengan asumsi seluruhnya dibagikan sebagai dividen, jumlah tersebut mengindikasikan dividend yield sebesar 5,3% berdasarkan harga saham UNVR pada penutupan bursa hari Jumat (6/12/2024) di Rp1.870/lembar.

“Meski demikian, tanggal rencana penyelesaian transaksi belum diumumkan karena masih menunggu beberapa proses, sementara RUPS untuk persetujuan transaksi dijadwalkan berlangsung pada 14 Januari 2025,” pungkasnya.

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 3 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 41 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 45 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 2 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 3 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia