Data dari Dalam Negeri Ini Jadi Biang Kerok IHSG Terpuruk
JAKARTA, investor.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpuruk, turun 17,94 poin (0,24%) ke level 7.419,7 pada penutupan sesi I, Selasa (10/12/2024). Pilarmas Investindo Sekuritas menjelaskan, data dari dalam negeri ini menjadi biang kerok IHSG hari ini terpuruk.
Pilarmas mengatakan, data tersebut berasal dari Bank Indonesia (BI) yang menyebutkan, periode 2-5 Desember 2024 aliran modal asing sebesar Rp 5,13 triliun keluar (capital outflow). Dengan masih terjadinya capital outflow tersebut tentunya ini mendorong premi risiko investasi di Indonesia juga meningkat.
“Sehingga dikuatirkan ini akan berdampak pada ketahanan eksternal Indonesia di tengah kondisi global yang masih menghadapi tekanan,” tulis Pilarmas dalam risetnya, Selasa.
Sementara itu, lanjut Pilarmas, indeks saham asia menguat yang di topang sikap pelaku pasar yang merespon upaya China dalam mendorong pertumbuhan ekonominya. Hal seiring dengan hasil pertemuan Politbiro China mengindikasikan bahwa tahun depan akan mengadopsi kebijakan fiskal yang lebih proaktif untuk mendukung pemulihan.
“Di samping itu, juga kebijakan moneter yang longgar untuk pertama kalinya dalam 14 tahun dan akan fokus pada peningkatan permintaan dan memacu konsumsi,” jelas Pilarmas.
Stimulus Lanjutan
Pilarmas menilai, langkah tersebut tentunya memberikan indikasi akan adanya rencana stimulus lanjutan China untuk membangkitkan pertumbuhan ekonomi dan juga pasar memandang juga sebagai antisipasi dalam menghadi perdang dagangan di saat pemerintahan baru Amerika Serikat (AS) yang dinahkodai oleh Donald Trump.
Baca Juga:
IHSG Terpuruk, Sektor Ini Jatuh TerdalamPada sesi pertama hari ini, saham-saham yang mengalami kenaikan terbesar DPUM, MITI, GPSO, KREN, JSPT. Sedangkan saham-saham yang mengalami penurunan terbesar MTFN, TMPO, CITY, MIRA, SONA.
Pilarmas merekomendasikan saham ANTM untuk perdagagan di sesi II. “Kami merekomendasikan ANTM buy dengan support dan resistance di 1.490 –1.600,” tutup Pilarmas.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






