Jumat, 15 Mei 2026

BYD Masuk, Pendapatan Surya Semesta (SSIA) Bisa Tembus Rp 6 Triliun

Penulis : Indah Handayani
10 Des 2024 | 19:28 WIB
BAGIKAN
Proyek Subang Smartpolitan milik PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA). (Foto: Surya Semesta Internusa/SSIA)
Proyek Subang Smartpolitan milik PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA). (Foto: Surya Semesta Internusa/SSIA)

JAKARTA, investor.id- PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) optimistis bisa mencapai target pendapatan sebesar Rp 6 triliun pada akhir 2024. Meskipun pada akhir kuartal III-2024 pendapatan masih tercatat sebesar Rp 3,86 triliun. Hal itu Hal itu berkat masuknya dana dari pelunasan pembelian lahan PT BYD Motor Indonesia total seluas 126 hektare di Subang Metropolitan pada Desember ini.

Vice President of Investor Relations Surya Semesta Internusa (SSIA) Erlin Budiman mengatakan, pada April lalu, BYD memborong lahan seluas 108 hektare dan membeli lagi seluas 18 hektare pada kuartal IV. Sayangnya, ia enggan merinci nilai total penjualan lahan kepada BYD tersebut dan hanya mengatakan perseroan memberikan harga yang bagus pada produsen mobil listrik asal China tersebut.

“Mengingat, BYD menjadi anchor tenant atau penyewa utama di Subang Metropolitan,” ungkap Erlin di sela media gathering di Jakarta, Selasa (10/12/2024).

ADVERTISEMENT

Erlin menyebut, BYD akan melakukan pelunasan pembelian lahan pada bulan ini, setelah sebelumnya melakukan sudah melakukan down payment. Hal itu dikarenakan BYD menargetkan bisa melakukan groundbreaking pada Januari 2025 dan diperkirakan akan mulai produksi pada tahun itu juga.  

“Pelunasan tersebut akan langsung tercatat dalam pendapatan perseroan kuartal IV-2024. Angka itu bisa mendorong pendapatan kami dari Rp 3,86 triliun pada kuartal III-2024 menjadi sebesar Rp 6 triliun pada akhir tahun,” papar Erlin.

Dengan kehadiran BYD, Erlin melihat peluang masuknya pemain industri pendukung otomotif yang menjadi supplier BYD ke kawasan industri milik SSIA tersebut. Terlebih, perseroan juga telah diundang BYD untuk bertemu dengan mitra potensial yang merupakan supplier mereka pada 17 Desember mendatang.    

Revisi Target Laba

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 51 menit yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 2 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 3 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 9 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia